Sang Akademisi: Otak Cemerlang Lulusan Iowa State University

Di balik ketegasannya dalam mengambil kebijakan hawkish maupun dovish demi menyelamatkan Rupiah, Perry dikenal sebagai sosok akademisi yang rendah hati dan berdedikasi tinggi pada dunia pendidikan.
 
Ia menamatkan pendidikan sarjananya (S1) di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada tahun 1982. UGM dikenal sebagai kawah candradimuka bagi banyak ekonom top negeri ini.
 
Tak puas dengan ilmu yang didapat di tanah air, Perry melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan pascasarjana di Iowa State University dan berhasil meraih gelar Master pada tahun 1989. Kejeniusannya dalam bidang ekonomi moneter membuatnya kembali melanjutkan studi ke jenjang doktoral di universitas yang sama, dan sukses menyabet gelar Ph.D. pada tahun 1991.
 
Kombinasi antara teori akademis tingkat tinggi dari universitas papan atas Amerika Serikat dan pemahaman mendalam tentang karakteristik ekonomi riil di Indonesia menjadikan Perry sebagai arsitek kebijakan moneter yang sangat disegani, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di forum-forum internasional seperti IMF dan Bank for International Settlements (BIS).
 

Menanti Nahkoda Baru Bank Indonesia

Dengan kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Perry Warjiyo, proses pencarian nahkoda baru Bank Indonesia akan segera dimulai. Sesuai dengan Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden akan mengajukan calon Gubernur BI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
 
Publik dan pelaku pasar kini menanti siapa sosok yang akan ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Thamrin. Tantangan bagi gubernur baru kelak dipastikan tidak akan ringan, mulai dari menjaga daya beli masyarakat di tengah ancaman resesi global, mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, hingga melanjutkan transformasi digital Rupiah, termasuk proyek Rupiah Digital.
 
Selamat jalan dan terima kasih atas dedikasinya, Perry Warjiyo. Jejak langkahmu akan selalu tertoreh dalam sejarah panjang perekonomian bangsa Indonesia. (*)