Karier Cemerlang: Dari Gedung Parlemen hingga Ujung Tanduk Diplomasi

Jejak pengabdian Bachtiar Aly bagi bangsa Indonesia terbentang sangat luas, mencakup ranah akademik, politik, hingga diplomasi internasional. Perjalanannya di gedung parlemen dimulai secara resmi pada 24 Juli 1998, ketika ia mengucapkan sumpah sebagai Anggota DPR/MPR RI.
 
Awalnya, Bachtiar Aly merupakan kader dari Partai Golkar. Namun, dalam dinamika politik yang terus berkembang, ia kemudian memutuskan untuk bergabung dengan Partai NasDem. Di partai yang berlogo matahari ini, ia dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Fraksi NasDem di MPR, di mana ia dikenal sebagai sosok yang vokal namun tetap mengedepankan musyawarah dan kepentingan nasional.
 
Puncak karier diplomatiknya tercapai ketika ia ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Mesir, menjabat pada periode 2002 hingga 2005. Dalam masa jabatannya, ia berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir, dua negara yang memiliki ikatan sejarah dan budaya yang erat, terutama dalam konteks kerja sama pendidikan dan keislaman.
 
Selain berkecimpung di dunia politik dan diplomasi, sisi akademisnya tetap terus bersinar. Bachtiar Aly tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). Kepakarannya juga kerap diminta oleh berbagai lembaga strategis, termasuk menjadi penasihat di organisasi profesi terkemuka seperti Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
 

Dinamika Politik Terkini dan Warisan yang Abadi

Komitmen Bachtiar Aly terhadap dunia politik praktis terus berlangsung hingga tahun-tahun terakhirnya. Pada Pemilu 2014, Partai NasDem menempatkannya di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, serta komunikasi dan informatika. Ia berhasil mengamankan kursi wakil rakyat setelah memenangkan suara di Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, membuktikan bahwa akar dan kepercayaan masyarakat di tanah kelahirannya tetap kuat.
 
Dinamika karier politiknya kembali mengalami babak baru ketika pada tahun 2022, Bachtiar Aly memutuskan untuk bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Kontribusinya yang matang dan berpengalaman langsung diakui oleh partai berlambang tangan terbuka ini. Ia pun dipercaya untuk duduk di posisi Dewan Penasihat Hanura untuk periode kepengurusan 2024-2029, sebuah bukti bahwa kebijaksanaannya masih sangat dibutuhkan dalam mengarahkan langkah-langkah strategis partai.