>>> Beda Sepeda Gunung Hardtail vs Full Suspension? Ini Kelebihan dan Rekomendasinya

Menurut Megasari, pendekatan tersebut diharapkan dapat membekali anak dengan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang diperlukan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Hal senada disampaikan School Director Veritas Intercultural School Bali, Gusti Wayan Bayu Wedananta Alit Putra.

Ia menilai pendidikan harus mampu membentuk generasi yang siap menghadapi perubahan yang berlangsung cepat.

"Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan penegasan arah pendidikan yang kami bangun.

Kami ingin setiap peserta didik memiliki keberanian untuk bertanya, kemampuan untuk beradaptasi, serta kepedulian untuk menjadi bagian dari solusi di tengah dunia yang terus berubah," ujarnya.

Sementara itu, School Director Veritas Intercultural School Kelapa Gading, Lauren Sarinah, menjelaskan bahwa kerangka pendidikan International Baccalaureate telah digunakan oleh ribuan sekolah di berbagai negara dan menempatkan pengembangan karakter sebagai bagian penting dari proses belajar.

Menurut Lauren, keberhasilan anak tidak hanya diukur dari capaian nilai pelajaran, tetapi juga dari kemampuan berpikir mandiri, keterampilan sosial, kepemimpinan, hingga profil karakter yang dibangun sejak dini melalui IB Learner Profile.

"Dengan menggunakan IB framework, kami berharap dapat bekerja sama dengan orang tua untuk mendukung anak-anak tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga berhasil dalam kehidupannya," kata Lauren.

>>> Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum BNI Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Pesisir

Melalui transformasi tersebut, VIS ingin memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan belajar yang mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global dengan bekal kompetensi akademik, karakter, serta keterampilan abad ke-21.