Lebih dari dua dekade setelah Kingdom Hearts dirilis, mantan CEO Disney Michael Eisner mengaku tidak ingat mengapa ia menyetujui proyek yang kemudian menjadi salah satu franchise crossover paling sukses di industri game.

Pengakuan itu muncul dalam wawancara dengan jurnalis Stephen Totilo untuk Game File. Eisner awalnya tidak mengenali nama Kingdom Hearts.

>>> KartRider Rush+ Season 40 Mechanic 2 Hadirkan Kart Baru, Aquarium Mode, dan Lintasan

Setelah Totilo menjelaskan bahwa game tersebut menggabungkan karakter Final Fantasy dengan Disney, Eisner baru ingat dan menjawab, "Oh, saya ingat sekarang."

Ketika ditanya apa yang meyakinkannya untuk menyetujui game itu, Eisner menjawab dengan jujur, "Saya tidak tahu."

Selama lebih dari 20 tahun memimpin Disney, Eisner mengawasi banyak proyek, sehingga wajar jika detail persetujuan satu video game telah memudar dari ingatannya.

>>> Terduga Curanmor Baku Tembak dengan Polisi di Tangerang

Crossover Tak Terduga yang Menjadi Fenomena

Kingdom Hearts diciptakan oleh Tetsuya Nomura dan Shinji Hashimoto di Square (kini Square Enix). Diskusi awal dimulai setelah Hashimoto bertemu eksekutif Disney secara tidak sengaja di lift.

Sejak debut tahun 2002, Kingdom Hearts telah berkembang menjadi franchise lintas platform yang menggabungkan dunia Disney dengan karakter orisinal dan wajah-wajah familiar dari alam semesta Final Fantasy.

Seri ini tengah bersiap untuk babak besar berikutnya dengan Kingdom Hearts IV yang sedang dalam pengembangan. Disney juga dijadwalkan menyoroti franchise tersebut dalam presentasi D23 mendatang.

>>> Frenkie de Jong Salahkan Timnas Belanda Usai Cedera Parah

Kolaborasi yang nyaris tidak diingat Eisner itu terus berkembang pesat lebih dari 20 tahun kemudian.