Karier Profesional: Bukan Politisi Karung Beras

Sebelum terjun penuh ke politik praktis, Sudaryono telah malang-melintang di dunia bisnis dan organisasi. Rekam jejak profesionalnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang praktisi, bukan sekadar politisi musiman.
 
Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya antara lain:
  • Direktur Eksekutif Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN Coop) sejak 2020.
  • CEO Garuda TV (2018).
  • Direktur PT. Nusantara Telematics System (2019).
  • Chairman PT. Sahabat Sejati Sejahtera Farma (2020).
 
Selain itu, ia juga aktif di organisasi massa yang relevan dengan tugas barunya, seperti Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera). Pengalaman mengurus pedagang pasar dan koperasi memberinya wawasan tentang rantai pasok pangan dari hulu ke hilir.
 

Pengorbanan Ambisi Politik: Batal Maju di Pilgub Jateng

Fakta menarik lainnya adalah pengorbanan yang harus dilakukan Sudaryono demi jabatan barunya. Sebelumnya, sebagai Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, nama Sudaryono santer terdengar sebagai kandidat kuat dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2024.
 
Ia bahkan terpantau aktif berkampanye dan membangun konsolidasi mesin partai. Namun, ketika panggilan tugas dari Istana datang untuk mengisi kursi Wamentan, Sudaryono memilih untuk menyingkirkan ambisi pribadinya demi melayani negara. Ia menegaskan batal maju dalam Pilgub dan memilih fokus penuh pada tugas baru mengurusi "perut" bangsa Indonesia.
 

Tantangan di Pengujung Kabinet

Mengisi posisi wakil menteri di akhir periode Kabinet Indonesia Maju memang unik. Sudaryono, bersama Thomas Djiwandono dan Yuliot Tanjung, hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan sebelum pemerintahan berganti.
 
Meski singkat, tantangan yang menghadangnya sangat nyata. Isu El Nino, ketergantungan impor beras, dan kesejahteraan petani menjadi "pekerjaan rumah" yang menumpuk. Dengan bekal latar belakang sebagai anak petani, pendidikan teknik, dan kedekatan dengan pusat kekuasaan, publik menantikan apakah Sudaryono mampu memberikan gebrakan cepat atau hanya akan menjadi pelengkap di menit-menit akhir pemerintahan.