Portofologi Pertanian: Modal Besar Pimpin BGN

Sebelum dipromosikan menjadi Kepala BGN, Sudaryono telah lebih dahulu mencicipi asam garamnya urusan perut bangsa melalui posisinya sebagai Wakil Menteri Pertanian. Ia resmi menjabat pada 18 Agustus 2024 lalu, menggantikan Harvick Hasnul Qolbi.
 
Selama menjabat sebagai Wamentan, Sudaryono dikenal vokal dan sukses mengawal berbagai kebijakan strategis, salah satunya adalah keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran ke tangan para petani. Keberhasilannya menjaga rantai pasok pertanian dari hulu ini menjadi alasan logis mengapa Presiden Prabowo memilihnya.
 

Tantangan Berat di Pundak Sudaryono

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN bukanlah tanpa alasan. Di bawah kepemimpinan Prabowo, BGN memiliki tanggung jawab super berat, yakni mengawal dan mengeksekusi program unggulan "Makan Bergizi Gratis" bagi jutaan anak sekolah, santri, serta ibu hamil di seluruh pelosok Nusantara.
 
Program ini menuntut manajemen logistik, rantai pasok pangan (dari petani ke piring anak sekolah), serta pengawasan mutu gizi yang ketat. Dengan latar belakangnya sebagai anak petani, mantan Wamentan, dan eksekutif korporat yang paham industri farmasi dan logistik, Sudaryono diharapkan mampu menjadi "dirigen" yang andal dalam menyukseskan program ambisius tersebut.
 
Kini, seluruh mata tertuju pada Mas Dar. Mampukah sang anak petani dari Grobogan ini membuktikan kapasitasnya dan membawa Badan Gizi Nasional bekerja lebih efektif demi mewujudkan generasi Indonesia Emas yang bebas dari stunting? Waktu dan kerja kerasnyalah yang akan menjawabnya. (*)