Dalam dunia perfilman, skeptisisme pra-rilis sering kali menjadi bayangan gelap yang menghantui karya-karya ambisius. Namun, Christopher Nolan kembali membuktikan bahwa visi sinematiknya tak tergoyahkan. The Odyssey, film epik terbarunya yang sempat menjadi bulan-bulanan kritik tajam jauh sebelum hari penayangan, justru bangkit dan menorehkan sejarah baru. Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak dirilis, film ini tidak hanya membungkam para pengkritik, tetapi juga mencatatkan rekor pembukaan box office terbaik sepanjang tahun 2026.
 
Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bukti nyata bahwa penonton bioskop masih memiliki rasa lapar yang luar biasa terhadap pengalaman sinematik yang berkualitas, mendalam, dan disajikan dengan ketulusan artistik. Mari menelusuri bagaimana The Odyssey mengubah narasi keraguan menjadi euforia global.
 

 

Malam Pembukaan yang Memukau: Melampaui Ekspektasi Industri

Laporan dari Variety mengonfirmasi bahwa The Odyssey telah mencetak rekor bergengsi sebagai film dengan pendapatan pembukaan Kamis malam terbesar tahun ini. Dalam sesi pratinjau (preview) yang digelar pada Kamis malam, film ini berhasil meraup 17,6 juta dollar AS (sekitar Rp 31,5 miliar).
 
Angka ini mungkin terlihat selisih tipis, namun maknanya sangat luar biasa: The Odyssey berhasil melampaui pendapatan pembukaan Toy Story 5 yang sangat diunggulkan, yang hanya mencapai 17,5 juta dollar AS pada periode yang sama.
 
Momentum ini terus bergulir deras. Pada penayangan perdana resmi di hari Jumat (17/7/2026), film ini langsung menghantam box office dengan pendapatan 50 juta dollar AS (sekitar Rp 896 miliar). Proyeksi akhir pekan tiga hari (Friday-Sunday) pun diprediksi akan melambung tinggi hingga mencapai 117 juta dollar AS (sekitar Rp 2 triliun) yang tersebar di 3.919 bioskop di Amerika Serikat dan Kanada.