Di balik karakter Wak Bordir yang cerewet dan tegas di kanal YouTube Warintil Official, ada kisah perjuangan panjang Aris Priadi.

Wak Bordir dikenal sebagai pemilik kontrakan baik hati yang kerap menjadi korban ulah penyewa yang mencari alasan menunda bayar sewa.

>>> Survei: 74,2% Masyarakat Percaya pada Pemerintahan Prabowo

Konten komedi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari itu berhasil mengundang tawa jutaan penonton.

Namun, perjalanan Aris hingga dikenal luas tidak instan.

Aris lahir di Julok Rayeuk, Aceh, dan tumbuh bersama kakak perempuannya, almarhumah Uun Pertiwi.

Sejak SMA, ia merantau ke Medan untuk melanjutkan pendidikan, lalu kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota tersebut.

Di Medan, perjalanan hidupnya mulai berubah.

Sebelum menjadi kreator konten, Aris sempat menjadi live streamer di sebuah aplikasi. Dari sana, ia bertemu Bagus dan Purwadi.

Pertemuan itu menjadi awal terbentuknya tim kreatif Warintil Official bersama Insaf Putra, Putra Samuel, Irwansyah, dan lainnya.

>>> Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal, Siap Potong Belanja Jika Defisit Tembus 3%

Mereka memulai dari nol. Penghasilan live streaming tidak selalu menjanjikan; kadang naik, kadang turun drastis.

Untuk bertahan, Aris bekerja sebagai makeup artist (MUA) secara otodidak. Namun, profesi itu tidak dijalani lama.

Situasi itu mendorong Aris dan rekan-rekannya fokus membangun Warintil Official dengan konten komedi yang dekat dengan masyarakat.

Membangun audiens butuh waktu, kesabaran, dan konsistensi. Mereka terus memproduksi konten dengan keyakinan setiap karya akan menemukan penontonnya.

Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil.

Karakter unik, cerita sederhana, dan humor membumi membuat Warintil Official semakin dikenal. Jumlah penonton terus bertambah hingga kanal itu menjadi salah satu kanal komedi terbesar di Indonesia.

Kini, Warintil Official memiliki lebih dari 10 juta subscriber di YouTube.

>>> APBN 2026 Alokasikan Rp769,1 Triliun untuk Pendidikan, Dorong Investasi SDM

Bagi Aris, perjalanan dari perantau, live streamer, hingga menjadi Wak Bordir bukan sekadar popularitas. Di balik tawa yang menghibur, ada perjuangan panjang dan kegigihan.