Menjaga lisan menjadi pokok pembahasan dalam khutbah Jumat pekan ini. Umat Islam diingatkan agar lebih berhati-hati dalam setiap ucapan karena perkataan dapat menjadi sebab datangnya pahala, tetapi juga bisa menyeret seseorang kepada dosa apabila tidak dijaga.

Khutbah membuka pesan dengan mengingatkan bahwa Allah SWT menganugerahkan kemampuan berbicara kepada manusia sebagaimana disebutkan dalam Surah Ar-Rahman ayat 3-4. Karunia tersebut merupakan nikmat besar yang harus digunakan untuk menyampaikan kebaikan.

Di sisi lain, lisan juga dapat menjadi sumber berbagai pelanggaran jika dipakai tanpa kendali. Karena itu, setiap muslim diajak memahami bahwa ucapan memiliki konsekuensi yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

>>> Baru 3 Episode, Rating Agent Kim Reactivated Tembus 18,8 Persen

Bahaya Lisan yang Perlu Diwaspadai

Mengacu pada penjelasan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin, terdapat banyak bentuk penyimpangan yang berasal dari lisan. Sejumlah di antaranya dinilai paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, berkata kasar maupun mengeluarkan ucapan kotor. Rasulullah SAW bersabda:

"Seorang mukmin bukanlah orang yang banyak mencela, bukan orang yang banyak melaknat, bukan pula orang yang keji dan jorok ucapannya." (HR. Tirmidzi).

Kedua, menghina atau mencaci sesama muslim. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa menghina seorang muslim termasuk perbuatan fasik.

Selain itu, khutbah juga mengingatkan bahaya ghibah dan namimah yang dapat merusak persaudaraan, kebiasaan berdusta yang menjadi salah satu ciri kemunafikan, serta pembicaraan yang tidak membawa manfaat sehingga menghabiskan waktu tanpa nilai ibadah.

Setiap Ucapan Dicatat Malaikat

Khutbah turut mengingatkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Infitaar ayat 10-11 yang menerangkan adanya malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat seluruh amal manusia.