Demokrat dan serikat guru dituding memerangi program pilihan sekolah karena program tersebut justru menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding sekolah negeri.

Hal ini diungkapkan oleh mantan penasihat ekonomi senior Trump, Stephen Moore, dalam sebuah opini yang dimuat di The North State Journal.

>>> DPR AS Setujui Anggaran Negara Bagian Hampir $34 Miliar

Moore menekankan bahwa pilihan dan persaingan adalah ciri khas ekonomi Amerika. Ketika toko bersaing, konsumen diuntungkan.

Hal yang sama berlaku untuk sekolah.

Sekitar 23 negara bagian, yang sebagian besar dipimpin Partai Republik, telah menerapkan program pilihan sekolah. Hasilnya, nilai ujian dan kepuasan orang tua cenderung positif.

Saat ini, sekitar 1,5 juta anak mengikuti program tersebut.

Di Florida, lebih dari 1 juta anak terdaftar dalam program voucher pilihan sekolah dan menunjukkan nilai ujian lebih baik dibandingkan rekan-rekan mereka di sekolah negeri.

Penghalangan di Berbagai Negara Bagian

Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro dinilai mengecewakan karena anggaran 2027-nya akan memotong $500 juta dari sekolah piagam dan menghapus kredit pajak pendidikan.

Langkah itu bisa membahayakan beasiswa 30.000 anak. Padahal, sekitar 70.000 anak ingin masuk sekolah swasta tetapi dana beasiswa tidak tersedia karena batasan program.

Di Arizona, Demokrat dan serikat guru mengajukan inisiatif pemungutan suara November untuk membatalkan program voucher yang telah menjangkau lebih dari 100.000 siswa.

>>> Detail Baru Desain Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Terungkap

Florida Education Association mengajukan gugatan yang menantang konstitusionalitas program pilihan sekolah dan sekolah piagam yang melayani 1,4 juta anak.

Di Rhode Island, Gubernur Dan McKee ingin membatasi pendanaan untuk sekolah piagam populer meskipun anggaran sekolah membengkak.