Ilmuwan Kembangkan Antibodi untuk Lawan Virus Epstein-Barr yang Bersembunyi di 95% Orang Dewasa
Para ilmuwan di Fred Hutch Cancer Center, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan antibodi yang mampu memblokir virus Epstein-Barr (EBV).
Virus ini diketahui bersembunyi di tubuh 95% orang dewasa dan dikaitkan dengan kanker serta multiple sclerosis (MS).
>>> Armaf Hadirkan Tiga Parfum Musim Panas dengan Aroma Segar Khas Timur Tengah
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports Medicine pada Februari 2026. Penelitian ini menjadi langkah maju dalam upaya melawan virus yang telah lama menjadi tantangan bagi dunia medis.
Mekanisme Antibodi Menargetkan Protein Kunci EBV
Virus Epstein-Barr menggunakan dua protein permukaan, gp350 dan gp42, untuk menginfeksi sel B, yaitu sel darah putih yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.
Tim peneliti merekayasa antibodi yang dapat memblokir kedua mekanisme masuknya virus tersebut.
Antibodi yang menetralkan gp350 menghentikan virus dari mengikat reseptor sel, sementara antibodi yang menargetkan gp42 mencegah virus menyatu dengan membran sel.
Pendekatan ini penting karena EBV dapat mengikat hampir semua sel B dalam tubuh, sehingga sulit menemukan sel imun spesifik yang dilatih untuk melawannya.
Andrew McGuire, PhD, biokimiawan dan biolog seluler di Fred Hutch, mengatakan bahwa menemukan antibodi manusia yang memblokir EBV sangat menantang.
"Kami memutuskan menggunakan teknologi baru untuk mengisi celah pengetahuan ini, dan akhirnya mengambil langkah kritis menuju penghambatan salah satu virus paling umum di dunia," ujarnya.
Pengujian pada Tikus dan Hasil yang Menjanjikan
Untuk menghasilkan antibodi, para peneliti menggunakan tikus yang dikembangbiakkan untuk memproduksi antibodi manusia secara genetik.
Hal ini penting untuk penggunaan klinis di masa depan karena antibodi dengan sekuens manusia memiliki risiko lebih rendah memicu reaksi imun berbahaya.
Update Terbaru
Pemerintah Kutuk Keras Pembakaran Pesawat dan Penembakan Pilot oleh OPM
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Ronaldo Jadi Pemain Tertua Cetak Gol di Fase Gugur Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Pelatih Argentina: Cape Verde Lolos 32 Besar Bukan karena Kebetulan
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
Karyawan Xbox Pertanyakan Strategi Asha Sharma, Pimpinannya Dinilai Terlalu Terpengaruh Twitter
Jumat / 03-07-2026, 22:47 WIB
5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Jumat / 03-07-2026, 22:46 WIB
4 Sepeda Road Bike Rp2 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Gowes Jarak Jauh
Jumat / 03-07-2026, 22:46 WIB
Tiga Pelajar SD Raih Nilai Sempurna di Olimpiade Matematika Nasional
Jumat / 03-07-2026, 22:46 WIB
Korea Gagal di Piala Dunia 2026, KFA Minta Maaf dan Siapkan Pelatih Baru
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam 30%, Petugas Gunakan Sistem Inject
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Kemendagri Minta Klarifikasi Bupati Purwakarta, Saepul Akui Kesalahan
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Amien Rais Sebut PN Jakarta Timur Pengadilan Paling Aneh se-Asia Tenggara
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Hashim Ungkap Ide MBG Sudah Digagas Prabowo Sejak 2006, Tak Akan Dihentikan
Jumat / 03-07-2026, 22:37 WIB
Bank Mandiri Kumpulkan 7.000 Kantong Darah Lewat Program Donor 2026
Jumat / 03-07-2026, 22:36 WIB






