Guru honorer asal Karawang, Reza Sudrajat, menyoroti ketimpangan anggaran antara biaya pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan penghasilan guru.

Program pelatihan tersebut menelan biaya hingga Rp45 juta per orang, terdiri dari Rp30 juta untuk Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) dan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi.

>>> VinFast VF MPV 7 Resmi Dijual Mulai Rp329 Juta, Ini Spesifikasinya

Menurut Reza, angka itu jauh lebih besar dibandingkan penghasilan guru setahun dari tunjangan profesi (TPG).

Ia juga menilai metode pendidikan Latsarmil yang diterapkan keliru dan bahkan telah menelan korban jiwa.

"Padahal jelas jelas cara pendidikannya ini salah & telah memakan korban jiwa. Untuk guru?

Penghasilan guru cuma mengandalkan TPG, ga ada sampe 45 juta kalo dihitung setahun," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Jumat (3/7).

Lebih lanjut, Reza menilai kebijakan tersebut berpotensi membuat negara menuju kebangkrutan karena dana besar dialokasikan untuk hal yang tidak tepat, sementara sektor pendidikan justru kurang diperhatikan.

"Bener bener menuju Indonesia bangkrut & pendidikan bubar," tandasnya.

>>> PLN Ungkap Strategi Capai Target PLTS 100 GW Prabowo

Anggota DPR Soroti Efisiensi Anggaran

Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin juga mengungkapkan bahwa pelatihan selama 45 hari yang terdiri dari 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran koperasi, menghabiskan anggaran Rp45 juta per peserta.

Ia menilai pelatihan tersebut akan lebih efisien jika komponen Latsarmil dihapuskan dan fokus diarahkan pada peningkatan kompetensi manajerial.

"Berdasarkan kriteria pelatihan, untuk tujuh hari menghabiskan Rp 5 juta per peserta. Maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp 45 juta per orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp 15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi.

Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp 30 juta atau sekitar dua per tiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," ujar TB Hasanuddin kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

>>> Dedek Prayudi: Dokter Tifa Hadir di Sidang Bukan Berani, Tapi Takut Dijemput Paksa

Ia menambahkan, apabila skema efisiensi tersebut diterapkan kepada seluruh peserta secara nasional yang mencapai 35.476 orang, potensi penghematan anggaran bisa mencapai triliunan rupiah.