Ketidakjelasan Insentif Pemerintah Berisiko Hambat Laju Penjualan Mobil Listrik Nasional
Ketidakpastian kebijakan insentif kendaraan listrik dari pemerintah menjadi sorotan pelaku industri otomotif. Leapmotor menilai situasi ini berpotensi memperlambat tren positif penjualan mobil listrik di Indonesia.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw, menekankan pentingnya kejelasan aturan untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi.
Industri otomotif membutuhkan kepastian agar tidak terjadi stagnasi pasar yang berkepanjangan.
"Kami berharap dari pemerintah ada kejelasan dan kepastian supaya industri otomotif yang sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia tidak terganggu.
Kalau memang dapat, kapan dapat.
Kalau memang tidak ada, ya disampaikan bahwa insentif ini tidak akan ada supaya industri otomotif memiliki trust," ungkap Tan Kim Piauw di Jakarta, Jumat (3 Juli 2026).
Menurut analisisnya, segmen konsumen yang berniat mengganti mobil lama dengan kendaraan listrik akan sangat terdampak.
Mereka yang menjadikan mobil listrik bukan sebagai kendaraan utama kemungkinan besar akan menunda pembelian hingga ada keputusan resmi dari pemerintah.
>>> Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru: Messi dan Mbappe Berbagi Puncak, Haaland Terus Membayangi
"Kalau ditanya apakah ini memengaruhi, buat sebagian customer yang membeli mobil bukan sebagai first car, kemungkinan bisa jadi menunda.
Tapi buat konsumen yang memang ada kebutuhan, tentu mereka tidak akan menunda. Jadi tergantung segmennya," jelasnya.
Kekhawatiran utama produsen adalah munculnya pola penundaan berantai jika pengumuman kebijakan terus diundur. "Kalau disampaikan mundur bulan depan, otomatis segmen yang memang menunggu akan menunggu lagi.
Lalu bulan depan dibilang, 'eh tunggu lagi, mundur sebulan lagi', tentu konsumen akan terus menunggu. Itu akan memengaruhi pembelian," tambahnya.
Meski dihadapkan pada tantangan regulasi, Leapmotor tetap berkomitmen melakukan ekspansi di Indonesia. Merek asal China ini dijadwalkan meluncurkan SUV listrik Leapmotor B10 pada ajang GIIAS 2026.
Kendaraan tersebut diprediksi dijual dengan harga kompetitif di bawah Rp500 juta untuk area Jabodetabek.
>>> 5 Aplikasi Game Penghasil Uang Terbaru 2026, Saldo Dana Bisa Cair
Untuk memperkuat posisinya, Leapmotor B10 akan diproduksi secara lokal di Purwakarta dengan target pemenuhan TKDN minimal 40 persen.
Update Terbaru
Rayhan Hannan Tak Takut Gempuran Pemain Keturunan, Siap Rebut Kepercayaan Shin Tae-yong di Persija
Jumat / 03-07-2026, 16:43 WIB
Kiper Paraguay Jual Jersey Demi Biaya Obat Anak, Ingin Kalahkan Prancis untuk Kembalikan Baju
Jumat / 03-07-2026, 16:43 WIB
Penjualan Ioniq 5 Hyundai Meningkat Meski Kredit Pajak EV Dihapus
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Bobby Nasution Kelakar Soal 'Ondim' Singkatan Ongkos di Muka Sebelum Bupati Langkat Di-OTT KPK
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke 5.875, 494 Saham Hijau
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi Penguatan Kota
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Media Asing Soroti Vonis 10 Tahun Penjara untuk Nadiem Makarim
Jumat / 03-07-2026, 16:42 WIB
Xlsmart dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Target 1 Juta Talenta Digital
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
iPhone 18 Pro Max Dikabarkan Miliki Baterai Lebih Besar dari Galaxy S27 Ultra
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
5 Serum Niacinamide 5% untuk Hempas Garis Halus, Bye-Bye Tanda Penuaan!
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
Harga dan Jadwal Penjualan Tiket Konser BOYNEXTDOOR di Jakarta 2026
Jumat / 03-07-2026, 16:41 WIB
123 Kreator Muda Ikuti Kompetisi Video IFG untuk Tingkatkan Kesadaran Risiko Sehari-hari
Jumat / 03-07-2026, 16:40 WIB
5 Sandal MyFeet untuk Jalan-jalan Tanpa Nyeri Tumit Rekomendasi Dokter
Jumat / 03-07-2026, 16:40 WIB
Trik Kumpulkan Kotak Berlian 2026 untuk Saldo DANA Rp500 Ribu
Jumat / 03-07-2026, 16:32 WIB






