PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan kesiapannya menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan listrik asal China di pasar otomotif nasional.

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menegaskan bahwa perusahaan akan mempertahankan pangsa pasar melalui inovasi produk yang berkelanjutan dan agresif.

>>> Toyota Ekspansi ke Transportasi Udara Lewat Patungan dengan Joby Aviation

"Kalau kita lihat 2025-2024 dengan masuknya mobil-mobil Chinese EV, seakan-akan Hyundai turun posisinya berkompetisi dengan kendaraan-kendaraan Chinese atau Chinese OEM," ujar Soerjo, Jumat (4 Juli 2026).

Meski tekanan pasar meningkat, Hyundai percaya diri karena statusnya sebagai pionir dalam ekosistem kendaraan listrik nasional.

"Tapi jangan lupa bahwa Hyundai itu adalah pemain awal atau first mover di dalam pasar listrik di Indonesia," tegasnya.

GIIAS 2026 Jadi Ajang Unjuk Kekuatan

Pada ajang GIIAS 2026 mendatang, Hyundai berencana memamerkan total 14 unit kendaraan display.

>>> Oknum Polisi di Jateng Ditangkap Propam, Diduga Siksa Istri Siri hingga Siram Air Keras

Fokus utama mereka adalah memperkenalkan Hyundai Ioniq 3 yang sebelumnya sukses meluncur di pasar Eropa.

Kehadiran model ini menjadi jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap kendaraan listrik yang lebih variatif.

Selain Ioniq 3, Hyundai juga menyiapkan empat model baru lainnya yang mencakup segmen SUV EV, MPV EV, hingga MPV berteknologi hybrid.

>>> DPR Israel Setujui RUU Larangan Azan Pakai Pengeras Suara

Sebuah prototipe mobil listrik tujuh penumpang terbaru juga akan diperkenalkan untuk memperkuat posisi Hyundai sebagai pemimpin inovasi di tanah air.