Taman Jigokudani Yaen-Koen di Nagano, Jepang, yang terkenal dengan 'monyet salju' terpaksa membatasi jumlah kunjungan harian. Langkah ini diambil akibat lonjakan pengunjung dan perilaku buruk turis.

Beberapa turis bahkan mencoba ikut berendam di kolam mata air panas bersama para monyet makaka Jepang.

>>> Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam, Warga Salat Minta Hujan

Taman yang terletak di lembah dengan ketinggian 850 meter ini merupakan satu-satunya tempat di dunia yang menawarkan pemandangan monyet berendam di kolam air panas alami vulkanik.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jigokudani mengalami lonjakan turis, terutama dari mancanegara. Dalam sehari, pengunjung bisa mencapai 3.000 hingga 4.000 orang.

Seorang pengelola taman yang enggan disebutkan namanya mengatakan, antrean panjang sering terjadi di luar loket tiket. Untuk mengatasinya, pengunjung akan diminta membeli tiket terlebih dahulu secara online.

Sistem pemesanan tiket online akan mulai diterapkan pada Agustus mendatang. Jumlah kunjungan harian diperkirakan dibatasi menjadi 2.000 orang.

Peningkatan jumlah kunjungan memicu insiden perilaku buruk, seperti memberi makan atau menyentuh monyet. Beberapa turis bahkan nekat berendam bersama monyet di kolam air panas.

>>> Polisi Musnahkan 397 Senpi Rakitan Ilegal di Sumsel

Fenomena kepadatan pengunjung juga terjadi di tempat wisata lain di Jepang. Di Kyoto, turis dianggap tidak sopan dan mengganggu penari geisha.

Festival bunga sakura di Fujiyoshida pada Februari lalu dibatalkan karena keluhan warga.

Kota Fujiyoshida menghadapi kemacetan parah, puntung rokok berserakan, pelanggaran batas wilayah, hingga buang air besar di halaman pribadi.

Kepadatan pengunjung di Jepang dipicu oleh meningkatnya jumlah wisatawan pada 2025 yang mencapai 42,7 juta orang, rekor tertinggi sepanjang masa.

>>> KPK Segel Ruang Kerja Bupati Langkat Syah Afandin Usai OTT

Nilai yen yang lemah membuat turis mancanegara tertarik datang ke Negeri Sakura.