Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Mantan personel Little Mix, Jesy Nelson, meluncurkan kampanye untuk mereformasi undang-undang skrining bayi baru lahir di Inggris setelah putri kembarnya didiagnosis dengan kelainan genetik langka.
Penyanyi berusia 35 tahun itu mendokumentasikan penemuan medis tersebut saat syuting serial dokumenter mendatang untuk Amazon Prime Video.
>>> LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Dokumenter berjudul "Jesy Nelson: Life Changing" dijadwalkan tayang di Inggris pada 17 Juli.
Putri kembarnya, Ocean Jade dan Story Monroe, dinyatakan positif mengidap Atrofi Otot Tulang Belakang (SMA), kondisi yang menyebabkan kelemahan otot progresif.
Dokter mengonfirmasi hasil positif tes genetik kepada Nelson selama konsultasi yang direkam.
Menurut National Health Service, kondisi langka ini memburuk seiring waktu, dan keterlambatan penanganan membuat anak-anak kemungkinan tidak akan bisa bekerja.
Dalam trailer dokumenter, dokter menyampaikan temuan medis tersebut. "Tes genetik kembali positif untuk Atrofi Otot Tulang Belakang," kata sang dokter.
Nelson tampak kesulitan menerima hasil diagnosis selama janji medis. "Aku tidak percaya ini terjadi," ujarnya.
Ia mengungkapkan tekanan emosional berat akibat dampak jangka panjang penyakit otot pada keluarganya. "Aku tidak tahu bagaimana aku akan menjalani ini," kata Nelson.
Ia merinci bagaimana situasi medis mengubah jadwal harian dan kehidupan pribadinya. "Aku merasa hatiku akan hancur seumur hidupku," ucapnya.
Nelson menggambarkan tuntutan medis berkelanjutan setelah temuan klinis awal. "Aku dibombardir dengan janji rumah sakit, seluruh hidupku berubah," katanya.
Nelson memanfaatkan platform publiknya untuk mengadvokasi intervensi medis lebih awal di Inggris. "Aku mendesak semua orang untuk menonton dokumenter ini," tulisnya dalam keterangan promosi.
>>> Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Update Terbaru
Warga Selamatkan Hewan Terlantar dan Terancam Punah di Berbagai Insiden Global
Jumat / 03-07-2026, 14:57 WIB
Menperin Agus Gumiwang Respons Cepat Insiden Pabrik Herbal Semarang, Tim Investigasi Diterjunkan
Jumat / 03-07-2026, 14:57 WIB
JF3 Fashion Festival 2026 Hadirkan Lebih dari 50 Desainer Indonesia hingga Eropa
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
bank bjb Edukasi Keuangan untuk ASN Kemenag Sambut Masa Pensiun
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
AS dan Iran Akan Lanjutkan Negosiasi di Doha pada Pertengahan Juli
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
Kolonel Budi Diduga Terlibat Korupsi MBG, TNI Hormati Proses Hukum
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
Jenderal Polisi Lalu Muhammad Iwan Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Food Tray Program MBG
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
PLN Pastikan Tak Ada Lagi Mati Lampu Bergilir di Jawa Sejak 21 Juni
Jumat / 03-07-2026, 14:56 WIB
Cristiano Ronaldo Ucap Bismillah Sebelum Eksekusi Penalti, Momen di Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan
Jumat / 03-07-2026, 14:52 WIB
Indonesia Siap Distribusikan 37,92 Juta Liter B50 untuk Mandatori Biodiesel
Jumat / 03-07-2026, 14:51 WIB
Lenovo Rilis HP AI Khusus Anak, Tanpa Game dan Medsos
Jumat / 03-07-2026, 14:51 WIB
PAN Nonaktifkan Ondim Langkat dari Ketua DPW Sumut Usai Kena OTT KPK
Jumat / 03-07-2026, 14:51 WIB
Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Halmahera, Indonesia
Jumat / 03-07-2026, 14:50 WIB
Start Menu Windows 11 Kini Lebih Modular di Insider Experimental
Jumat / 03-07-2026, 14:50 WIB






