Fenomena 'AC outdoor' menjadi perbincangan hangat di China setelah gelombang panas ekstrem melanda kawasan tersebut.

Suhu di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) bahkan mencapai 51 derajat Celsius dalam sepekan terakhir.

>>> Daftar 12 Tim yang Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026

Pada puncak musim panas, efek urban heat island memperparah kondisi, membuat apartemen di gedung bertingkat terasa seperti oven.

Bahkan pada malam hari, suhu udara tetap di atas 40 derajat Celsius, sehingga kipas angin dan AC konvensional hampir tidak memberikan kesejukan.

Sistem Pendingin Kabut di Atap Gedung

Video yang beredar di platform X dan media sosial memperlihatkan sistem pendingin kabut (mist cooling system) yang dipasang di atap gedung-gedung tinggi di China.

Sistem ini diklaim mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar 3-6 derajat Celsius.

NDTV menyatakan belum dapat memverifikasi keaslian video tersebut.

>>> PLN Target Alirkan Listrik ke 2.792 Desa pada 2026

Teknologi ini bekerja dengan menyemprotkan kabut air berukuran sangat halus ke udara, memanfaatkan prinsip evaporative cooling.

Tetesan air mikroskopis menyerap panas dari udara saat menguap, sehingga suhu sekitar turun beberapa derajat.

Dengan sistem bertekanan tinggi, kabut tersebut tidak membuat orang atau permukaan di sekitarnya basah.

Sistem pendingin kabut luar ruangan umum dipasang di kafe, restoran, taman, teras, gudang, dan lokasi acara, terutama saat musim panas.

>>> 64 Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Dievakuasi

Dibandingkan pendingin ruangan konvensional, teknologi ini mengonsumsi listrik dan air lebih sedikit, sehingga lebih hemat biaya.