Bos PLN Ungkap Penyebab Pasokan Listrik Terganggu
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengungkapkan salah satu penyebab utama kendala pasokan listrik di Indonesia.
Ia menyebut adanya ketidaksesuaian antara spesifikasi energi primer yang diproduksi secara nasional dengan kebutuhan teknis mesin pembangkit.
>>> Pernyataan Menteri Desa soal MBG Tuai Kecaman, Netizen: Penghinaan
Dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Darmawan menjelaskan bahwa terjadi pergeseran profil produksi batu bara nasional.
Produksi batu bara kini didominasi oleh batu bara kalori rendah (low rank coal/LRC), sementara sebagian pembangkit, terutama di Pulau Jawa, masih membutuhkan batu bara berkalori menengah hingga tinggi.
"Batu bara produksi nasional untuk yang kalori rendah itu dulu persentasenya lebih kecil daripada kalori yang tinggi.
Tetapi, sejalan dengan waktu, produksi batu bara kalori rendah meningkat, sedangkan produksi kalori menengah dan tinggi semakin menurun.
Maka, kami melakukan koreksi melalui penugasan khusus," ujar Darmawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Langkah Jangka Pendek: Amankan Pasokan Batu Bara Kalori Tinggi
Untuk mengatasi kendala ketersediaan daya, PLN menambah pasokan batu bara dengan spesifikasi 4.500 kkal/kg GAR ke atas.
Pada Juli 2026, PLN telah mengamankan tambahan pasokan sebesar 1,8 juta ton di luar pasokan eksisting.
Penguatan pasokan akan dilanjutkan pada periode Agustus hingga Desember 2026 dengan tambahan 3 juta ton setiap bulan.
Tambahan ini disebut dapat meningkatkan daya mampu pasok sistem kelistrikan Jawa sebesar 5 GW, sehingga memperkuat keandalan sistem di Pulau Jawa.
>>> Yusril Respons Polemik Sidang Nadiem Makarim: Kalau Ada Pelanggaran, KY yang Menilai
Darmawan juga menyatakan sistem kelistrikan Jawa sudah tidak lagi mengalami pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa jajaran PLN melakukan koordinasi harian dengan Kementerian ESDM.
Update Terbaru
Cara Cek Daftar Nominal Bantuan PKH Terbaru dan Jadwal Pencairan 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:07 WIB
PLTS dan BESS: Solusi Efektif Kurangi Beban Listrik Kota pada 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:06 WIB
Setelah Indonesia, TikTok PHK 300 Karyawan di Eropa
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Tougen Anki: Nikko Kegon Falls Arc Umumkan Pengisi Suara Brigade Oni
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
WNBA Umumkan Pemain Starter All-Star 2026, Paige Bueckers Pimpin Suara
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Phoenix Mercury Jamu Seattle Storm dalam Laga Wilayah Barat
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ticketmaster Alami Gangguan Teknis di Tengah Pengungkapan Pembicaraan dengan Trump
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Peringatan Dini: Arus Atlantik Melambat, Ilmuwan Khawatir Titik Kritis Iklim
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB
Ghana Hadapi Kolombia di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Relic Entertainment Rilis Company of Heroes 3: Final Stand, Game Bertahan Hidup Mandiri
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Inggris ke 16 Besar Piala Dunia, Hadapi Meksiko
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB
Menkeu Purbaya: RUU PFII Jadi Pilar Indonesia Menuju Pusat Keuangan Kelas Dunia
Jumat / 03-07-2026, 09:35 WIB






