"Kami saat ini tiap hari berkoordinasi dengan Kementerian ESDM. Bahkan, kami berkantor di Ditjen Minerba yang sekaligus merangkap Plt.

Dirjen Ketenagalistrikan. Kami me-review seluruh kontrak yang sudah berjalan," tegasnya.

Siasat Retrofit: Pembangkit Dibuat Lebih Fleksibel

Sebagai solusi jangka menengah dan panjang, PLN menjalankan program retrofit atau modifikasi mesin pembangkit.

Program ini bertujuan agar pembangkit lebih fleksibel dalam menggunakan batu bara, termasuk batu bara kalori rendah yang ketersediaannya lebih besar di pasar domestik.

PLN melaporkan keberhasilan pilot project di PLTU Suralaya Unit 6 dan 7.

Melalui modifikasi teknis, pembangkit tersebut kini mampu beroperasi menggunakan batu bara berkalori sekitar 4.100–4.300 kkal/kg GAR, dari sebelumnya membutuhkan batu bara dengan kisaran 4.600–4.800 kkal/kg GAR.

"Suksesnya retrofit di Suralaya ini langsung kami scale things up di seluruh pembangkit milik PLN, baik Indonesia Power maupun Nusantara Power.

>>> Casio Rilis Jam Tangan Baby-G BGA-290SA dengan Finishing Metalik Premium

Kami ingin spesifikasi energi primer betul-betul fit dan pas dengan kebutuhan pembangkit, bukan hanya soal volumenya saja," pungkas Darmawan.