Aktris dan ibu dua anak, Putri Titian, membagikan pendekatan pengasuhannya yang unik. Ia tidak terpaku pada satu metode, melainkan menyesuaikan gaya parenting dengan karakter dan kondisi anak.

Putri mengaku menerapkan kombinasi antara gaya tegas yang ia sebut 'VOC' dan pendekatan lembut atau gentle parenting. Menurutnya, kuncinya adalah membaca situasi anak.

>>> Daftar Film dan Acara yang Hengkang dari Netflix Juli 2026

"Ini anaknya tipikal yang kalau gentle parenting dibalikin, saya tidak gentle. Jadi memang mereka tuh cocoknya ke VOC," ujar Putri kepada CNNIndonesia.

com di Jakarta.

Tegas karena Karakter Anak

Putri menjelaskan, gaya tegasnya lahir dari kebiasaan dan respons anak-anaknya di rumah. Ia mengaku cara komunikasinya yang ceplos dan intonasi tinggi justru lebih efektif.

"Kalau ngomong tuh kayak, 'ayo itu bukunya siapin', mereka langsung gercep," imbuhnya. Namun, pendekatan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil adaptasi.

Meski tegas, Putri tetap menunjukkan sisi lembut saat anak sedang menghadapi masalah. Ia menilai kondisi emosional anak menjadi faktor penting dalam menentukan respons orang tua.

>>> Jadwal Lengkap Netflix Juli 2026: Enola Holmes 3, The Hawk, hingga Hannibal

"Kalau anaknya lagi butuh disayang-sayang, lagi ada problem, lagi sebel sama dirinya sendiri, itu oke, saya bisa maklumin," ujarnya.

Pentingnya Satu Suara Orang Tua

Selain gaya pengasuhan, Putri juga menyoroti pentingnya kesepakatan antara orang tua. Meski ia dan suami memiliki pendekatan berbeda, keduanya berusaha satu suara dalam hal penting.

"Katanya ibu bapak itu harus satu suara. Tapi memang kadang, bapak-bapak itu kenapa suka sekali memanjakan anak," ujarnya.

Untuk menghindari konflik, Putri dan suami menyepakati lebih dulu keputusan krusial seperti pendidikan dan kesehatan. Sementara untuk hal kecil sehari-hari, ia lebih fleksibel.

>>> Dua Bakteri Usus Terkait dengan Multiple Sclerosis: Haruskah Anda Khawatir?

Pengalaman Putri Titian menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya parenting yang benar atau salah. Yang terpenting adalah menyesuaikan pendekatan dengan karakter anak dan nilai keluarga.