Sony telah menetapkan preseden dengan mengakhiri game fisik baru di sistem PlayStation mulai 2028. Kini muncul pertanyaan apakah kompetitor akan mengikuti langkah tersebut.

Seorang analis meyakini Nintendo tidak akan mengikuti jejak Sony. Alasannya, perusahaan asal Jepang itu lebih suka menjadi trendsetter daripada pengikut.

>>> Cha Eun Woo Resmi Dibaptis, Pilih Nama Baptis Yohanes

Mat Piscatella, direktur senior dan penasihat industri game di Circana, mengatakan kepada VGC bahwa Nintendo akan tetap pada jalurnya sendiri.

"Nintendo melakukan apa yang Nintendo inginkan," ujarnya.

Piscatella menambahkan bahwa ia tidak melihat Nintendo mengubah rencana berdasarkan apa yang dilakukan Sony atau Microsoft. "Nintendo akan menjadi Nintendo, untuk lebih baik atau lebih buruk," katanya.

Nintendo telah lama dikenal karena pendekatannya yang unik.

Mulai dari Nintendo 64 yang menggunakan kartrid hingga GameCube yang tidak memiliki pemutar DVD built-in, perusahaan ini selalu berjalan sendiri.

>>> Pakar Pelestarian Game: Hentikan Membunuh Game Jika Tak Ingin Pembajakan

Meskipun Nintendo kemungkinan akan memperhatikan langkah Sony, kecil kemungkinan hal itu akan memengaruhi rencana mereka. Nintendo masih menjadi kekuatan besar di ritel game fisik.

Switch 2 dan game-game seperti Pokemon, Mario, Kirby, dan Zelda menjadi mesin penjualan merchandise yang kuat. Piscatella mencatat bahwa ritel semakin mendukung Nintendo dalam beberapa tahun terakhir.

"Bukan berarti kotak di rak akan hilang sepenuhnya dengan perubahan ini," lanjut Piscatella.

"Akan ada lebih banyak kode dalam kotak, lebih banyak merchandise, dan edisi khusus dengan barang tambahan."

>>> Final Fantasy 7 Revelation DLC Termasuk Story Expansion Pass di Epic Games Store

Namun, ia memperingatkan bahwa perubahan ini juga akan menyebabkan penurunan belanja ritel game fisik secara berkelanjutan.