Kontroversi seputar perilisan GTA 6 yang hanya menyertakan kode unduh digital dalam kemasan fisik, serta keputusan Sony menghentikan produksi cakram fisik untuk game PlayStation baru pada 2028, memicu perdebatan sengit tentang hak konsumen dan masa depan media fisik.

Ditambah dengan fenomena 'Stop Killing Games' yang menyoroti matinya game layanan langsung, para pakar pelestarian game angkat bicara.

>>> Final Fantasy 7 Revelation DLC Termasuk Story Expansion Pass di Epic Games Store

Frank Cifaldi, direktur Video Game History Foundation, menanggapi pernyataan di media sosial bahwa 'pembajakan adalah satu-satunya bentuk pelestarian media yang ada dalam game saat ini'.

Cifaldi tidak sepenuhnya membantah.

Ia menulis, 'Sebagai direktur lembaga pelestarian game sejarah, dan seseorang yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk tujuan ini, pernyataan itu akurat.

Kami telah berusaha bekerja sama dengan organisasi perdagangan industri untuk menemukan jalur hukum, tetapi mereka menolak menawarkan alternatif yang berarti'.

>>> Pengembang Rockstar Tuduh Budaya Lembur 'Melekat' di Kontrak Kerja GTA 6

Menurut Cifaldi, game baru seperti GTA 6 hanyalah puncak gunung es dari masalah yang ada.

Sebelumnya, ia juga menyebut bahwa mengunduh GTA 6 dengan 'harapan bisa berjalan dalam 50 tahun bukanlah solusi pelestarian'.

Ia menyebut situasi ini sebagai 'berita buruk bagi mereka yang masih lebih suka membeli game dalam media fisik'.

Meskipun ada harapan industri akan memperhatikan reaksi publik, Cifaldi meragukan hal itu cukup untuk meyakinkan perusahaan seperti Sony mundur dari keputusan mereka meninggalkan media fisik.

>>> Clair Obscur: Expedition 33 Terinspirasi Elden Ring dan Dark Souls dalam Penyampaian Cerita

Sementara itu, analis memperkirakan Nintendo kemungkinan tidak akan meninggalkan game fisik hanya karena PlayStation melakukannya, dengan alasan 'Nintendo akan tetap menjadi Nintendo'.