Komdigi Tindak 9.263 Kasus Pelanggaran HKI di Situs Web Ilegal
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengintensifkan pengawasan terhadap pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di ruang digital.
Berdasarkan data penanganan sejak 20 Oktober 2024 hingga 14 Juni 2026, tercatat 9.263 kasus pelanggaran HKI.
>>> Prudential Syariah Salurkan Santunan Rp8,5 Triliun untuk 325 Ribu Peserta
Situs web independen menjadi saluran utama pemalsuan dengan 9.109 pelanggaran. Sementara itu, media sosial dinilai lebih aman berkat mekanisme pelaporan yang ketat.
Secara kumulatif, Komdigi telah memblokir 4.550.790 konten negatif di internet Indonesia. Penegakan HKI diprioritaskan sebagai fondasi daya saing global.
Pola Pelanggaran Semakin Terorganisir
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa pola pelanggaran HKI saat ini semakin terorganisir dan masif.
Pelanggaran terutama terjadi melalui situs web ilegal yang terus bermunculan dengan domain baru.
Pemerintah berkomitmen meningkatkan kolaborasi takedown ekosistem digital bersama para pemilik platform untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
>>> Erling Haaland Akui Harry Kane dan Kylian Mbappe Lebih Tajam
"Negara harus hadir untuk memastikan para kreator mendapatkan perlindungan yang layak atas karya mereka," tegas Alexander.
Asosiasi Video Streaming Indonesia (AVISI) mengonfirmasi bahwa sekitar 98 persen kejahatan digital berpusat pada domain web.
Sekretaris Jenderal AVISI, Elvira Lestari, mengatakan strategi ke depan akan berfokus pada 'Follow the Money'.
AVISI bekerja sama dengan penyedia pembayaran dan pengiklan untuk memastikan situs ilegal tidak mendapatkan pemasukan.
Langkah pemutusan aliran dana ini dijalankan secara paralel melalui koordinasi taktis antar-lembaga untuk mencegah replikasi domain baru oleh pelaku pembajakan.
>>> Komdigi Tindak 9.263 Pelanggaran HKI di Ruang Digital, Dominasi Situs Ilegal
AVISI juga terus memperkuat sinergi dengan Komdigi untuk mempercepat proses takedown situs sebelum berganti domain.
Update Terbaru
Kartu Merah Folarin Balogun Picu Kemarahan Amerika Jelang Lawan Belgia
Jumat / 03-07-2026, 03:57 WIB
Kartu Merah Folarin Balogun Picu Kemarahan Amerika Jelang Lawan Belgia
Jumat / 03-07-2026, 03:56 WIB
Kisah di Balik Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa dan Roy Suryo Dikisahkan Sempat Ada Ketegangan
Jumat / 03-07-2026, 03:56 WIB
Kisah di Balik Kasus Ijazah Jokowi: Rismon Ungkap Dinamika Internal Tim Roy Suryo dan Dokter Tifa
Jumat / 03-07-2026, 03:56 WIB
Kartu Merah Balogun Picu Tudingan Ketidakadilan, Messi Jadi Perbandingan
Jumat / 03-07-2026, 03:56 WIB
Casio Rilis G-Shock Transparan Terinspirasi Streetwear 90-an di AS
Jumat / 03-07-2026, 03:56 WIB
Casio Rilis G-Shock Transparan Terinspirasi Streetwear 90-an di AS
Jumat / 03-07-2026, 03:56 WIB
Keuntungan Trump dari Kripto dan Korupsi Capai Rp22 Triliun
Jumat / 03-07-2026, 03:28 WIB
Keterlambatan Pembayaran Negara Tekan Penyedia Layanan Anak di Montana
Jumat / 03-07-2026, 03:28 WIB
PS5 Disc Drive Jadi Tidak Berguna pada 2028? Sony Hentikan Produksi Fisik
Jumat / 03-07-2026, 03:26 WIB
Dow Cetak Rekor Tertinggi, Nasdaq Tertekan Aksi Jual Saham Chip
Jumat / 03-07-2026, 03:26 WIB
Anak 11 Tahun di Kanada Meninggal Akibat Rabies Setelah Terpapar Kelelawar
Jumat / 03-07-2026, 03:26 WIB
Spanyol Siap Hadapi Austria di Piala Dunia, Skuad Pulih Cedera
Jumat / 03-07-2026, 03:21 WIB
FBI Kerahkan 260 Personel untuk Investigasi Pemilu 2020 di Georgia
Jumat / 03-07-2026, 03:21 WIB






