Vatikan secara resmi menyatakan Society of St. Pius X (SSPX) dalam keadaan skisma pada Kamis, 2 Juli 2026.

Keputusan ini diikuti dengan ekskomunikasi terhadap para uskup dan imam kelompok tradisionalis tersebut.

>>> Minnesota Tutup Kantor Pemerintah dan Bank pada 4 Juli 2026

Tindakan keras ini dipicu oleh pentahbisan empat uskup baru oleh SSPX di Econe, Swiss, tanpa persetujuan Paus.

Upacara yang berlangsung selama lima jam pada Rabu lalu itu dihadiri sekitar 15.500 orang dan secara langsung menentang permintaan Paus Leo XIV untuk menunda pentahbisan demi menjaga kesatuan gereja.

Sanksi Kanonik dan Dampaknya

Dekrit dari kantor doktrin Vatikan menjatuhkan sanksi kanonik berat terhadap empat uskup yang baru ditahbiskan dan dua uskup yang menahbiskan.

Sakramen perkawinan dan pengakuan dosa yang dilakukan oleh imam SSPX dinyatakan tidak sah.

Vatikan juga memperingatkan umat tradisionalis bahwa keterikatan resmi pada organisasi tersebut akan mengakibatkan ekskomunikasi.

Langkah ini membalikkan konsesi sebelumnya yang dibuat oleh Paus Benediktus XVI pada 2009, yang saat itu mencabut ekskomunikasi terhadap para pemimpin SSPX.

>>> Mediasi Gagal, Perkara Ijazah Jokowi Lanjut ke Persidangan

SSPX, yang menentang reformasi modernisasi Konsili Vatikan Kedua dan memperjuangkan Misa Latin tradisional, saat ini beroperasi tanpa status hukum dalam Gereja Katolik.

Data internal organisasi menunjukkan mereka memiliki enam uskup, 751 imam, dan 264 seminaris dari 50 negara.

Para pemimpin SSPX membela pentahbisan tanpa izin dengan alasan keadaan darurat untuk melayani komunitas global mereka yang terus berkembang.

Dalam homilinya, Pastor Davide Pagliarani, superior SSPX, menanggapi tuduhan ketidaktaatan terhadap kepausan.

"Kami dituduh tidak menghormati paus," kata Pagliarani.

"Tetapi justru karena kami mencintai paus sebagai wakil Kristus, sebagai kepala gereja, kami tidak ingin melihat paus terus dipermalukan di pihak para gembala palsu yang mewakili agama palsu."

>>> Menteri Keuangan: IKN Masih Sepi, Belum Cocok untuk Pusat Finansial Internasional

Respons agresif Vatikan mencerminkan kekhawatiran yang meningkat atas struktur gerejawi paralel pra-Vatikan II yang dipertahankan kelompok itu sejak didirikan oleh Uskup Agung Marcel Lefebvre asal Prancis pada 1970.