Pemilik mobil diesel yang hendak beralih ke biodiesel B50 perlu mencermati sejumlah komponen penting, terutama pada kendaraan berusia tua.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu mengatakan mayoritas kendaraan diesel di Indonesia sudah beradaptasi dengan kandungan biodiesel berkat pengalaman penggunaan B30 dan B40.

>>> Bocah 11 Tahun di Thailand Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas

Transisi ke B50 disebut tidak lagi menimbulkan efek pembersihan endapan yang signifikan seperti pada tahap awal penerapan biodiesel.

"Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan.

Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal," kata Yannes, Kamis (2/7).

Filter Bahan Bakar Jadi Komponen Paling Sensitif

Meski demikian, filter bahan bakar tetap menjadi komponen utama yang harus dipantau selama penggunaan B50.

Yannes menyarankan pemilik kendaraan mengikuti jadwal penggantian filter sesuai rekomendasi pabrikan. Untuk kendaraan tua, penggantian filter bisa dilakukan lebih sering sebagai antisipasi.

"Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya," ujarnya.

Selain filter, komponen berbahan karet seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar juga perlu diperhatikan.

>>> BRI Terapkan Zero Tolerance Fraud, Aktif Laporkan Dugaan Pidana ke Aparat Hukum

Karakteristik biodiesel B50 yang sedikit lebih agresif berpotensi mempercepat degradasi komponen tersebut dalam jangka panjang.

"Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala," kata Yannes.

Sistem injeksi dan pompa bertekanan tinggi pada mesin diesel common rail juga perlu dipantau.