Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa olahraga tidak lagi bisa dipandang sebagai beban anggaran semata.

Ia mendorong perubahan cara pandang agar olahraga dilihat sebagai peluang pendapatan sekaligus alat memperkuat nama bangsa di panggung dunia.

>>> Menpora: Olahraga Bukan Lagi Beban Anggaran, Tapi Peluang Ekonomi

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Pemerintah yang digelar Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kamis (2/7).

Erick hadir bersama Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, untuk memaparkan perkembangan program prioritas dan penguatan ekosistem olahraga nasional tahun 2026.

Menurut Erick, pembenahan paradigma ini menjadi langkah krusial yang sedang diupayakan pemerintah.

Langkah strategis tersebut disusun pasca pertemuan intensif antara Menpora dengan Presiden RI Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

"Jadi ini paradigma yang kami dari Kemenpora sekarang sedang mencoba menyamakan pola pikir dengan seluruh pemangku kepentingan stakeholders," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Potensi Sport Tourism Global

Erick menjelaskan bahwa sektor pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism memegang porsi yang sangat besar di tingkat global.

Sektor ini tercatat menyumbang pendapatan hingga hampir USD625 miliar atau setara Rp9.800 triliun dengan pertumbuhan delapan persen per tahun.

Potensi besar ini dinilai sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah melihat peluang besar ini sebagai motor penggerak baru ekonomi yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

"Sekarang berapa negara di dunia yang punya pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen? Bapak Presiden ingin 8 persen.

Artinya komponen dari sport tourism ini mesti menjadi salah satu bagian dari pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh," terang Erick.

Kemenpora saat ini terus mendorong pertumbuhan industri olahraga melalui berbagai penyelenggaraan kegiatan, baik skala nasional maupun internasional.