Pemerintah bersiap meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru biodiesel B50. Kehadirannya akan menjadi lanjutan atas program mandatori B40 yang saat ini masih berjalan.

B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis kelapa sawit dengan 50 persen solar fosil.

>>> Rick Ross Ingin Beli Saham Miami Dolphins, Siap Bekerja Keras

Artinya kandungan biodiesel yang digunakan lebih tinggi 10 persen dari B40.

BBM ini diklaim sudah melalui beragam macam pengujian.

Proses Uji Coba B50

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan uji B50 dimulai dari laboratorium awal 2025.

Kemudian dilanjutkan dengan uji penggunaan B50 pada mesin Diesel sejak Desember 2025 di sejumlah sektor pengguna yaitu otomotif, angkutan laut, mesin dan alat pertanian, mesin dan alat berat tambang, kereta api dan pembangkit.

Sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama dalam memastikan kesiapan implementasi B50, termasuk melalui uji jalan pada kondisi operasional harian.

Hingga April 2026, hasil sementara uji jalan menunjukkan penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan kendala signifikan.

Uji jalan kendaraan kategori di atas 3,5 ton seluruhnya telah selesai melaksanakan target jarak tempuh 40.000 km.

Sedangkan untuk di bawah 3,5 ton baru sampai 40.000 km dari target 50.000 km dengan kondisi mesin dan filter bahan bakar dalam kategori baik serta masih berada dalam batas standar yang direkomendasikan pabrikan.

"Pada Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50 ribu km.

Setelah selesai 50 ribu km, nanti ada pengecekan semua engine.