Eropa saat ini dilanda gelombang panas yang sangat ekstrem. Suhu di sejumlah wilayah mencapai rekor tertinggi dan beberapa kota berada dalam status siaga merah.

Pada 23 Juni lalu, Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah untuk bulan Juni. Data ini menunjukkan betapa parahnya gelombang panas yang melanda benua tersebut.

>>> Lorenzo Lamas Hampir Resmi Lajang, Jalan Menuju Pernikahan dengan Heather Locklear Terbuka

Satelit Copernicus Sentinel-3 milik Badan Antariksa Eropa (ESA) mengambil gambar pengukuran suhu permukaan daratan dari luar angkasa.

Sensor termal pada satelit tersebut mampu mendeteksi panas yang dipancarkan oleh permukaan tanah.

Perlu diketahui, suhu permukaan daratan berbeda dengan suhu udara.

>>> Stadion Pakansari Siap Jadi Markas Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Suhu permukaan daratan menunjukkan seberapa panas permukaan tanah itu sendiri, yang seringkali jauh lebih tinggi karena batu dan aspal menyerap panas sepanjang hari.

Gelombang panas ini dipicu oleh fenomena meteorologi yang disebut Omega Block.

Fenomena ini merupakan pola tekanan udara yang memerangkap massa udara panas sehingga tidak dapat bergerak, menyebabkan suhu terus meningkat.

>>> Lisa Mariana Dilaporkan Sejumlah Klien Endorse, Dugaan Kerugian Disebut Capai Ratusan Juta Rupiah

Akibatnya, banyak negara Eropa harus bersiap menghadapi dampak lebih lanjut dari cuaca ekstrem ini. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu puncak.