Penjualan wholesales Honda di Indonesia pada Januari hingga Mei 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Honda Brio masih menjadi kontributor utama penjualan, namun volumenya ikut merosot drastis.

>>> Pendaftaran LPDP 2026 Tahap 2 Dibuka hingga 31 Juli, Ini Syarat dan Jadwalnya

Hampir semua lini produk utama Honda mengalami penurunan.

Honda Brio Satya dan Brio RS tetap menjadi tulang punggung penjualan, sementara model lain seperti HR-V, WR-V, dan BR-V menunjukkan tren melemah.

Brio Satya yang sebelumnya mencatat 16.032 unit, kini hanya 10.844 unit. Brio RS turun dari 1.920 unit menjadi 898 unit.

Penurunan paling tajam terjadi pada Honda BR-V, dari 3.286 unit menjadi hanya 497 unit.

>>> Ogah Damai, Dokter Tifa Ngotot Lawan Balik Dakwaan Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Fokus Bergeser ke Hybrid dan Listrik

Honda mulai mengalihkan fokus ke kendaraan hybrid dan listrik di tengah pelemahan performa segmen mobil bensin.

HR-V RS e:HEV menjadi tulang punggung SUV menengah dengan penjualan 2.232 unit dari total 2.968 unit HR-V.

Mobil listrik Honda E:N1 naik tipis dari 36 unit menjadi 43 unit. Model baru Prelude Hybrid muncul dengan 20 unit pada Mei 2026.

>>> Kejar Standar Ketat Tiongkok, Barantin Rampungkan Sertifikasi 4.204 Rumah Walet

Tanpa diversifikasi kuat di segmen populer, Honda berisiko kehilangan momentum. Ketergantungan pada Brio membuat performa merek ini rapuh ketika varian utama melemah.