Timnas Spanyol mengandalkan ketajaman Mikel Oyarzabal saat bersua Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Kehadiran penyerang Real Sociedad itu menjadi jaminan mutu taktik La Roja untuk menghindari nasib buruk seperti tim raksasa lainnya.

>>> Bernardo Silva Sebut Luka Modric Idola, Jelang Portugal vs Kroasia

Laga hidup mati di Stadion Los Angeles ini sekaligus menguji reputasi Oyarzabal. Ia memegang status sebagai pemain tersubur Spanyol khusus pada laga-laga fase gugur turnamen mayor.

Ketajaman striker berusia 29 tahun ini bahkan melampaui catatan para legenda terdahulu di fase knockout. Koleksi gol krusialnya melewati pencapaian top skor sepanjang masa Spanyol, David Villa.

Oyarzabal tercatat sudah membukukan total enam gol penentu pada babak gugur di berbagai kompetisi internasional. Ia mengemas masing-masing dua gol pada ajang Piala Eropa dan Liga Negara Eropa.

Statistik ini membuat namanya berdiri kokoh di puncak daftar tersubur fase krusial. Ia mengungguli nama besar seperti Emilio Butragueno yang melegenda pada Piala Dunia 1986.

Sinar terang Oyarzabal menjadi berkah di tengah pincangnya kekuatan sektor penyerangan Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente kehilangan opsi penting setelah Nico Williams dihantam cedera parah.

>>> Penjelasan Ending Film Petaka Gunung Welirang (2026), Akankah Punya Season 2?

Williams menyusul di ruang perawatan pasca-benturan keras dalam laga penyisihan grup terakhir melawan Uruguay. Praktis, tumpuan mendulang gol kini beralih kepada insting tajam Oyarzabal dan Lamine Yamal.

Sebelum memasuki fase gugur ini, Oyarzabal sudah membuktikan kapasitasnya lewat torehan dua gol di Amerika Utara.

Sepasang gol tersebut ia sarangkan ke gawang Arab Saudi pada laga kompetisi grup.

Piala Dunia 2026 langsung menyajikan drama sejak peluit pertama babak 32 besar. Sejumlah negara unggulan angkat koper lebih cepat akibat meremehkan kekuatan tim non-unggulan.

>>> BKKBN Sediakan Bantuan Biaya Vasektomi, Ini Mekanismenya untuk KB Pria

Kekalahan mengejutkan dialami tim raksasa Eropa seperti Jerman dan Belanda yang harus pulang kampung. Spanyol tidak ingin tergelincir dalam lubang yang sama saat meladeni permainan disiplin Austria.