Menjelang peringatan 20 tahun final Piala Dunia 2006, aktor Francis Huster dan mantan manajer timnas Prancis Raymond Domenech angkat bicara membela Zinedine Zidane.

Insiden terjadi pada 9 Juli 2006 saat final antara Prancis dan Italia. Zidane diusir wasit pada babak perpanjangan waktu setelah menyundul dada bek Italia, Marco Materazzi.

>>> Timnas AS Kalahkan Bosnia 2-0, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia

Pembelaan dari Domenech dan Huster

Dalam siaran INA oleh France. tv, Domenech mengenang penalti awal yang dicetak kapten Prancis itu sebelum pertengkaran terjadi.

Ia menyebut tendangan panenka Zidane sebagai bentuk penghinaan terhadap lawan.

Sementara itu, Huster dalam wawancara dengan Le Parisien mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit. Ia menegaskan bahwa Zidane bukan melakukan sundulan, melainkan luapan emosi.

"Saya sangat menghormati Zidane, bahkan untuk tindakan itu.

>>> Daftar 10 Tim Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Saya lebih suka pria yang seperti Hamlet atau Rodrigue dalam 'Le Cid' daripada pria yang menyerah," ujar Huster.

Huster menyayangkan hanya Zidane yang diusir, sementara hinaan Materazzi terhadap keluarga Zidane diabaikan. Ia mengaku masih belum bisa menerima keputusan wasit tersebut.

Meski demikian, Huster menilai kartu merah tidak mengurangi warisan Zidane. Ia menyoroti prestasi Zidane sebagai pelatih yang memenangkan tiga Liga Champions berturut-turut bersama Real Madrid.

>>> Rupiah Lesu ke Rp17.977 per Dolar AS Pagi Ini

Huster juga memproyeksikan Zidane akan menggantikan Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026. Ia menyebut Zidane sebagai pahlawan sejati yang mampu bangkit setelah jatuh.