Amerika Serikat dan Iran menyelesaikan perundingan teknis tidak langsung di Doha, Qatar, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Perundingan yang dimediasi oleh Qatar dan Pakistan ini menghasilkan kemajuan positif terkait implementasi nota kesepahaman yang ditandatangani pada 17 Juni lalu.

>>> Arsenal dan Atalanta Buru Winger Muda Leverkusen Usai Piala Dunia

Pembicaraan tingkat rendah ini berfokus pada pengembangan kerangka kerja yang dibangun pada KTT Lake Lucerne di Swiss bulan lalu.

Kerangka tersebut mencakup gencatan senjata selama 60 hari dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa upaya diplomatik di Qatar berjalan sukses.

Ia menyebut denuklirisasi Iran berjalan dengan baik dan hubungan kedua negara tetap berada pada lintasan positif meskipun ada eskalasi sebelumnya.

Kepala delegasi Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi kesimpulan perundingan tersebut.

Ia menyatakan bahwa saluran komunikasi khusus akan aktif pada Kamis untuk memantau kepatuhan terhadap nota kesepahaman awal.

Iran tetap pada pendiriannya untuk tidak melakukan negosiasi langsung di Doha terkait kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik yang meningkat setelah serangan AS-Israel pada akhir Februari.

>>> Erling Haaland Bawa Norwegia Lolos ke 16 Besar Piala Dunia

Wakil Presiden AS JD Vance, saat berbicara di Naval Air Station Oceana di Virginia pada Rabu, menyatakan bahwa kemampuan nuklir Iran telah berkurang secara signifikan selama setahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa angkatan laut Iran kini tidak mampu memproyeksikan kekuatan seperti sebelumnya.

Vance juga menyampaikan bahwa Presiden Trump memerintahkan penghancuran program nuklir Iran.

Menurutnya, berdasarkan estimasi intelijen, Iran kini lebih jauh dari kemampuan mengembangkan bom nuklir dibandingkan dua hingga tiga dekade terakhir.

Vance memuji personel militer AS atas dampaknya terhadap infrastruktur industri militer Iran.

Ia memperingatkan bahwa setiap gangguan pada jalur pelayaran komersial atau upaya memulai kembali program nuklir akan mendapat respons tegas dari pemerintahan AS.

Ia mencontohkan bahwa AS baru saja menjatuhkan bom karena Iran menembaki kapal komersial, dan setelah itu jalur pelayaran bebas selama tiga hari.

>>> AC Milan Pertimbangkan Rekrut Virgil van Dijk dari Liverpool

Vance menekankan bahwa presiden memiliki opsi untuk merespons jika Iran mencoba membangun kembali program nuklir atau mengancam tetangganya.