Amerika Serikat (AS) menawarkan prospek pencabutan sanksi terhadap Iran dalam perundingan yang berlangsung di Doha, Qatar.

Sebagai imbalan, Washington meminta jaminan keamanan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

>>> Ramalan Zodiak 2 Juli: Libra Jangan Lalai, Sagitarius Selesaikan Persoalan

Dikutip dari Axios, Kamis (2/7), AS ingin Iran membatalkan rencana pengenaan biaya transit bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Isu Selat Hormuz menjadi pembahasan utama pada hari kedua negosiasi antara delegasi AS dan Iran di Doha.

Washington secara langsung meminta Iran mengurungkan rencana tarif bagi kapal yang melintasi selat tersebut.

Pemerintah AS menilai manfaat ekonomi dari pencabutan sanksi akan jauh lebih besar dibandingkan pendapatan dari pungutan kapal.

"Berpikirlah lebih besar," demikian pesan Washington kepada Iran.

AS menilai pencabutan sanksi melalui kesepakatan komprehensif akan "100 kali lebih bernilai" dibandingkan menggunakan "taktik preman" untuk memungut biaya pelayaran.

Persoalan tarif transit kini menjadi titik krusial dalam negosiasi kedua negara.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa musuh tidak akan diizinkan mengenakan biaya kepada kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Iran menyatakan bersedia menangguhkan rencana biaya transit selama 60 hari, bertepatan dengan perundingan nuklir bersama AS.

>>> YA RAB! Program Terikat Janji Turun ke Posisi 3, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 2 Juli 2026

Namun, Teheran mengisyaratkan kebijakan tersebut dapat diberlakukan jika negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi adanya pembicaraan antara delegasi Iran dan Qatar di Doha.

Menurut Gharibabadi, kedua pihak sepakat membentuk jalur komunikasi khusus untuk melaporkan dugaan pelanggaran terhadap nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan AS.