Terdakwa kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Roy Suryo, menantang Jokowi untuk hadir langsung secara fisik di persidangan.

Ia menegaskan tidak ingin Jokowi hadir secara daring melalui sambungan teleconference seperti Zoom Meeting.

>>> Youri Tielemans Jadi Pahlawan Belgia ke 16 Besar Piala Dunia 2026

"Jokowi ya jangan pakai zoom ya, harus datang langsung," kata Roy dalam acara Head to Head CNN Indonesia, Rabu (1/7) malam.

Roy menyebut sangat memungkinkan bagi Jokowi untuk hadir ke persidangannya dan persidangan Dokter Tifa karena keduanya digelar di waktu berbeda.

"Dan enggak boleh lho enggak datang dua kali," ucapnya.

Roy juga mengaku telah melihat sejumlah barang bukti yang disiapkan untuk ditampilkan di pengadilan. Salah satunya adalah mesin ketik yang diduga digunakan Jokowi saat membuat skripsi.

"Buktikan, praktikkan, nanti kita akan lihat Jokowi ngetik dengan mesin ketik itu," kata dia.

>>> Bos DJP soal Buruh Minta Pajak JHT Dihapus: Sedang Dikaji

Kuasa Hukum Jokowi Pastikan Kehadiran

Kuasa hukum Jokowi, Firman Pangaribuan, yang juga hadir dalam acara tersebut menyebut Jokowi akan hadir ke persidangan.

Namun, ia tidak bisa memastikan apakah Jokowi akan hadir dua kali atau hanya sekali. "Yang pasti bapak akan hadir," ujar dia.

Kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Jokowi telah memasuki tahap persidangan.

Pada Kamis (2/7) hari ini, sidang perdana Dokter Tifa digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan Hakim Ketua Majelis Christina Endarwati.

>>> Babak I: Susah Payah Amerika Unggul 1-0 atas Bosnia dan Herzegovina

Sementara itu, perkara yang menjerat Roy Suryo belum dapat disidangkan karena masih menunggu proses praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.