Ketika Meksiko bersiap menyambut Piala Dunia 2026, kekerasan kartel narkoba kembali memakan korban.

Wali Kota San Miguel Amatitlán, Joel Ángel Bravo Martínez, tewas ditembak di kediamannya di Oaxaca pada 13 Juni lalu.

>>> Hasil Piala Dunia: Comeback Gol Penalti VAR, Belgia Lolos ke 16 Besar

Martinez tewas di wilayah yang menjadi jalur strategis perebutan rute perdagangan narkoba antara Kartel Jalisco Nueva Generación (CJNG) dan Kartel Sinaloa.

Kematiannya menambah panjang daftar pejabat yang menjadi sasaran kartel.

Sebelumnya, Wali Kota Santiago Amoltepec Mario Hernández García tewas dalam serangan bersenjata.

Wali Kota Uruapan Carlos Alberto Manzo Rodríguez ditembak mati saat Festival Hari Orang Mati pada November 2025.

Wali Kota Chilpancingo Alejandro Arcos ditemukan tewas dengan kepala terpenggal pada Oktober 2024.

Kematian El Mencho Picu Kekerasan

Gelombang kekerasan ini dipicu oleh tewasnya gembong kartel Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, alias El Mencho, dalam operasi militer pada Februari lalu.

Sedikitnya 74 orang tewas dalam operasi tersebut, termasuk 25 personel keamanan.

Setelah kematian El Mencho, anggota kartel mengamuk dengan membakar kendaraan dan memblokir jalan di sejumlah negara bagian. Bank, SPBU, dan toko-toko menjadi sasaran.

Sekitar 20 dari 32 negara bagian terdampak, termasuk Jalisco, Michoacan, dan Guanajuato.

Operasi yang menewaskan El Mencho merupakan hasil intelijen bertahun-tahun oleh Meksiko dan AS.

>>> Zulkarnain Rela Nyicil Land Cruiser Demi Jabatan Sekda Kuansing

Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla mengungkapkan bahwa aparat melacak keberadaan Oseguera melalui seorang rekan dekat kekasihnya.

Evolusi Kartel dari Penyelundup ke Militer

Sejarah kartel narkoba di Meksiko dimulai dari geng penyelundup lokal. Era 1970-1990 didominasi kartel Kolombia seperti Medellín dan Cali.