China Terapkan Aturan Keamanan Nasional untuk Investasi ke Luar Negeri
Pemerintah China resmi memberlakukan aturan keamanan nasional untuk investasi ke luar negeri mulai 1 Juli 2026.
Regulasi ini memperketat pengawasan terhadap arus modal dan transfer tenaga kerja lintas batas.
>>> Babak I Piala Dunia: Habib Diarra Antar Senegal Unggul 1-0 atas Belgia
Aturan yang pertama kali diumumkan pada 1 Juni tersebut memberikan kerangka hukum luas bagi pemerintah untuk memengaruhi investasi keluar.
Kebijakan ini diterapkan di tengah meningkatnya persaingan teknologi dengan Amerika Serikat.
Regulasi menyatakan bahwa investasi ke luar negeri harus mematuhi 'konsep keamanan nasional secara menyeluruh'. Pemerintah juga berupaya menyeimbangkan pertimbangan domestik dan internasional.
Kerangka aturan baru memberi kewenangan kepada pemerintah untuk meninjau investasi atau transfer yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional.
Beijing memandang sektor seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, dan teknologi hijau sebagai bidang strategis.
Pembatasan tidak hanya mencakup barang dan data, tetapi juga ekspor jasa, termasuk pengiriman tenaga ahli teknis ke luar negeri dan penyelenggaraan pelatihan di luar negeri.
>>> Ismael Saibari Resmi Gabung Bayern Munchen Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026
Dewan Negara China menyatakan aturan ini bertujuan meningkatkan kualitas investasi ke luar negeri.
Namun, sebagian investor khawatir kebijakan tersebut akan membatasi akses ekosistem teknologi China ke pasar global. Beijing selama ini kerap memandang transaksi lintas negara dengan hati-hati.
Pada April lalu, badan perencana ekonomi tertinggi China menggagalkan upaya Meta Platforms untuk mengakuisisi startup AI Manus.
Startup itu dikembangkan oleh perusahaan yang didirikan di China tetapi kini berbasis di Singapura.
Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan AS-China menyatakan langkah China memperkuat tren yang telah mereka amati.
>>> Anime Casino Games: Ketika Slot Reels Bertemu Energi Manga
Pada Mei lalu, komisi bipartisan itu memperingatkan bahwa pemerintah China memiliki keleluasaan besar dalam menentukan pelanggaran, sehingga menciptakan risiko bagi perusahaan asing.
Update Terbaru
Belgium Bangkit Dramatis, Kalahkan Senegal 3-2 di Perpanjangan Waktu
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
Roberto Martinez Bela Cristiano Ronaldo Jelang Lawan Kroasia
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
Poki Games: Daftar Game Trending Juli 2026, Mainkan Sekarang Gratis!
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
CrazyGames Tembus 35 Juta Pengguna, Luncurkan Fitur Multiplayer Baru
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Android 17 QPR1 Beta 6 Hadir dengan Pencapaian Stabilitas Platform
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Boulder Strip Raup Laba Lebih Besar dari Las Vegas Strip Meski Pendapatan Minim
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Station Casinos Rayakan 50 Tahun, Karyawan Era 1970-an Masih Bertahan
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Harry Styles Bergembira atas Kemenangan Inggris di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Trump Bercanda soal 'Threesome' dengan Putra-Putranya di Acara Publik
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Rekaman Penangkapan Pendaki Empire State Building Dirilis Polisi
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Tetangga Zaire Wade Lapor 911 karena Dengar Teriakan dan Hentakan Keras
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
Link Live Streaming Amerika Serikat vs Bosnia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
Kiper RD Kongo Lionel Mpasi Curi Perhatian saat Disingkirkan Inggris
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
FBI Beri Klarifikasi Soal Keaslian Surat Tebusan Nancy Guthrie
Kamis / 02-07-2026, 06:22 WIB






