Otoritas perbatasan di Fangchenggang, China, mulai menggunakan robot humanoid untuk membantu operasional di pos pemeriksaan perbatasan dengan Vietnam.

Pemerintah setempat membeli robot Walker S2 buatan Ubtech Robotics dengan nilai kontrak sekitar 40 juta dolar AS atau setara 37 juta euro.

>>> Data Satelit Konfirmasi Ledakan Langka 100 Kali Lebih Terang dari Supernova Biasa

Meski jumlah unit yang dibeli tidak diumumkan secara resmi, pengiriman awal sudah mulai dilakukan di pusat transit perbatasan.

Robot Humanoid Berjalan Aktif di Terminal

Walker S2 memiliki tinggi sekitar 1,68 meter dan berat hampir 68 kilogram.

Robot ini dilengkapi jaringan sensor visual, radar, dan kamera kedalaman untuk bernavigasi di ruang padat tanpa menabrak penumpang.

Berbeda dengan robot keamanan lama yang menggunakan roda, model baru ini berjalan dengan dua kaki mekanis.

Desain bipedal memungkinkan robot melintasi permukaan tidak rata, melewati ambang pintu, dan menaiki anak tangga.

Di terminal penumpang, robot secara aktif mengatur arus pelancong internasional.

Mereka mendeteksi kerumunan besar dan secara fisik mengarahkan orang ke antrean yang teratur.

Kecerdasan buatan di dalamnya memungkinkan robot menyiarkan instruksi transit secara real-time dalam berbagai bahasa.

Robot juga menjawab pertanyaan umum tentang formulir bea cukai dan menunjuk ke gerbang pemrosesan yang benar.

Secara bersamaan, robot berpatroli di koridor utama untuk memantau kepadatan kerumunan.

Di area belakang, unit khusus beroperasi di pelataran kargo bervolume tinggi.

Robot menyusuri jalur pengiriman untuk memeriksa kontainer baja berat menggunakan pemindai optik terintegrasi.

>>> KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?

Mereka membaca barcode, nomor seri, dan manifes pengiriman digital, lalu mencocokkan data dengan database bea cukai.