Pada Oktober 2019, seorang pensiunan profesor hukum berdiri di tepi hutan di Ukraina barat sambil memegang selembar kertas yang diketik ayahnya 30 tahun sebelumnya.

Di kertas itu terdapat peta gambar tangan dan satu instruksi: di mana hutan dimulai, galilah untuk perak keluarga.

>>> Gua Chauvet: Mahakarya Seni Tertua Manusia yang Terkunci 21.000 Tahun

Jan Glazewski, saat itu berusia 69 tahun, telah menunggu momen ini hampir sepanjang hidupnya.

Harta Karun yang Terkubur Saat Perang

Kisah ini bermula pada 17 September 1939, ketika pasukan Soviet masuk ke Polandia timur sementara Nazi Jerman sudah mendorong dari barat.

Keluarga Glazewski adalah bangsawan pemilik tanah di perkebunan Chmielowa, dekat Sungai Dniester dan hanya beberapa kilometer dari perbatasan Soviet saat itu.

Saat Tentara Merah maju, keluarga membuat keputusan cepat dan putus asa: mengubur apa yang bisa mereka bawa dan melarikan diri.

Ayah Jan, Gustaw, dan saudara-saudaranya mengubur perak keluarga dan senjata berburu di hutan dekat rumah besar sebelum melarikan diri menuju Rumania.

Ayah mereka, Adam, kepala keluarga, menolak pergi.

Tentara Soviet menyelamatkannya setelah pekerja lokal menjaminnya sebagai tuan tanah yang adil, dan ia menghabiskan sisa hidupnya di dekat perkebunan yang hilang, tidak pernah melihat putra-putranya lagi.

Keempat bersaudara itu tersebar di seluruh dunia.

Gustaw, melalui Palestina, akhirnya tiba di Paarl, Afrika Selatan, di mana ia bekerja di perdagangan anggur dan Jan lahir pada 1953, kemudian berkarier sebagai pengacara lingkungan.

Peta yang Digambar dari Ingatan

Selama beberapa dekade, harta karun yang terkubur itu hanya legenda keluarga. Jan terus mendesak ayahnya yang menua untuk menuliskan di mana letaknya.