Changan Indonesia resmi membuka keran pemesanan awal (pre-book) untuk SUV terbaru mereka, Deepal S05.

Mobil ini tersedia dalam dua pilihan penggerak, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range Extended Electric Vehicle (REEV).

>>> Rockstar Bersedia Temui Perwakilan Serikat Pekerja Usai Tuntutan Pengakuan dari Developer GTA 6

Estimasi harga yang dibanderol mulai dari Rp500 jutaan.

Untuk pasar Indonesia, seluruh unit Deepal S05 saat ini masih berstatus Completely Built Up (CBU) yang diimpor utuh dari Thailand.

Alasan Impor dari Thailand

Keputusan mendatangkan mobil dari Thailand didasari oleh kesiapan fasilitas produksi di negara tersebut.

Head of Marketing Changan Indonesia, Ridjal Mulyadi, mengatakan bahwa pabrik di Thailand sudah lebih dulu memproduksi Deepal S05.

"REEV khususnya, yang dipasarkan di Indonesia itu kita datangkan secara CBU dari Thailand," ujar Ridjal.

Faktor lain adalah kemiripan geografis dan demografis antara Thailand dan Indonesia.

Kondisi jalan dan kebiasaan penggunaan kendaraan dinilai sangat mirip, sehingga tidak perlu banyak penyesuaian teknis.

"Jadi memang Thailand sudah produksi dan kondisi medan dengan Indonesia tidak terlalu jauh, jadi kita tidak mengalami adjustment yang terlalu banyak," jelas Ridjal.

>>> Kritik Pedas Internal Pragmata: Developer Dianggap 'Tidak Kompeten' dalam Level Design

Meski begitu, Changan Indonesia tetap melakukan uji jalan (running test) di jalanan lokal untuk memastikan kesesuaian.

"Tetapi kita sekarang sedang berlangsung melakukan running test kendaraan tersebut untuk melihat apakah ada adjustment yang perlu dilakukan," tambahnya.

Tiga Varian dan Peluang Perakitan Lokal

Langkah impor utuh ini berlaku untuk seluruh tipe Deepal S05 yang ditawarkan di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Changan Indonesia, Setiawan Surya, menegaskan bahwa ketiga varian masih berasal dari Thailand.

"Kita ada tiga varian untuk Deepal S05, tiga-tiganya masih dari Thailand. Sekarang masih import," kata Setiawan.

Walaupun saat ini masih mengandalkan pasokan dari Thailand, Setiawan tidak menutup kemungkinan perakitan lokal di masa depan.

Kuncinya adalah konsistensi dan stabilitas permintaan pasar.

Jika volume penjualan dinilai cukup kuat, opsi perakitan lokal (Completely Knocked Down/CKD) sangat mungkin direalisasikan.

>>> Leon Marchand Mundur dari Kejuaraan Renang Prancis karena Cedera

"Belum ada pembahasan internal. Tapi tidak tertutup kemungkinan kalau nanti permintaannya sudah stabil," pungkas Setiawan.