Kritik Pedas Internal Pragmata: Developer Dianggap 'Tidak Kompeten' dalam Level Design
Pengembangan Pragmata, game sci-fi besutan Capcom, ternyata tidak mulus. Kritik internal yang pedas bahkan menyebut para developer 'tidak kompeten' dalam level design dan pembuatan puzzle.
Pragmata pertama kali diperkenalkan sebagai salah satu game untuk PS5 pada 2020. Namun, baru dirilis beberapa bulan lalu, menandakan proses pengembangan yang cukup berat.
>>> Leon Marchand Mundur dari Kejuaraan Renang Prancis karena Cedera
Meski begitu, hasil akhirnya memuaskan. Pragmata menjadi salah satu game paling dicintai di 2026 dan Capcom sudah mempertimbangkan untuk menjadikannya seri.
Dalam sebuah livestream Pragmata awal bulan ini (diterjemahkan oleh Automaton), para pengembang mengungkapkan bahwa proyek dimulai pada 2019.
Kepala Capcom Jun Takeuchi menugaskan tim pengembang muda untuk membuat 'game di bulan'.
Namun, setelah trailer debut pada 2020, tim mengalami masalah.
Tahap uji coba ditolak dengan kritik internal seperti 'tidak mampu membuat puzzle menarik', 'tidak mampu membuat aksi menarik', dan 'tidak kompeten dalam level design'.
Kritik tersebut mendorong terciptanya sistem hacking yang kini menjadi fitur utama game. Sayangnya, sistem hacking awalnya juga tidak diterima baik.
Tim menerima kritik lebih lanjut, seperti 'Logika game yang kami bangun dengan susah payah benar-benar rusak', 'Ini secara fundamental memperburuk game, saya sangat kecewa', dan 'Kembalikan dua bulan yang saya habiskan bekerja bersama tim.
>>> Hubert Hurkacz Tantang Sebastian Ofner di Babak Kedua Wimbledon 2026
Apakah ini yang ingin Anda gunakan untuk menghibur pemain?'
Namun, pada presentasi berikutnya—yang menentukan apakah game akan dibatalkan atau tidak—Pragmata justru sukses. Pada akhirnya, semuanya berbuah manis: Pragmata terjual dua juta kopi dalam bulan pertama.
Akihiro Togawa, pengembang The Hundred Line: Last Defense Academy yang juga bermasalah, menanggapi presentasi tersebut di Twitter.
Ia mengatakan, 'Meskipun ini masalah orang lain, saya tidak bisa menganggapnya seperti itu, melihat ini membuat perut saya sakit.'
Ia melanjutkan, 'Saat membuat game, hal-hal tidak adil dan masalah terjadi setiap hari, dan saya pikir hampir setiap hari itu membuat Anda merasa benar-benar terpukul dan kelelahan.'
Ia menambahkan, 'Jika Anda terus menghadapi tantangan itu dengan jujur, Anda akhirnya akan bisa menyelesaikan game dan merilisnya ke dunia agar pemain bisa menikmatinya.
>>> Jamison dan Kennedy Wilson Ubah WTC Los Angeles Jadi 512 Unit Hunian Terjangkau
Mari kita ingat itu dan terus melakukan yang terbaik. Kita semua adalah Pragmata berikutnya.'
Update Terbaru
Anak Laki-Laki di Inggris Hanya Mampu Baca Buku Anak-Anak di Bangku SMP
Rabu / 01-07-2026, 20:45 WIB
Daftar Nominasi Blue Dragon Series Awards 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Fans Rilis Port Persona 3 untuk Nintendo DS, Buktikan Peluang Terlewatkan Atlus
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
PlayStation Store di PS3 dan Vita Resmi Ditutup, Dimulai Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Panel LCD Baru untuk Nintendo Switch 2 Ditemukan, Bukan OLED
Rabu / 01-07-2026, 20:43 WIB
Guru Musik Long Island Didakwa Bunuh Ipar Perempuan
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
NPR Tarik Laporan Pensiun Hakim Agung AS yang Keliru
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Sam's Club Luncurkan Americana Sundae Edisi Terbatas di Seluruh AS
Rabu / 01-07-2026, 20:42 WIB
Kebangkitan 3DO Setelah 33 Tahun Dipertanyakan, Ada Sengketa Hak Merek
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Kuba Hentikan Dialog Diplomatik dengan AS Setelah Sanksi Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
Wisconsin Berlakukan Larangan Ponsel di Kelas dan Bebas Pajak Menara Telekomunikasi
Rabu / 01-07-2026, 20:40 WIB
NYT Strands Puzzle 850 Hadirkan Tema Petunjuk yang Menantang
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Microsoft Bersiap PHK Ribuan Karyawan di Berbagai Divisi
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB
Pemerintah AS Resmi Terapkan Sistem Pinjaman Mahasiswa Baru
Rabu / 01-07-2026, 20:36 WIB






