Federal Bureau of Investigation (FBI) menyimpulkan bahwa serangkaian catatan yang diklaim sebagai tebusan dalam kasus penculikan Nancy Guthrie adalah palsu.

Kesimpulan itu diungkapkan dalam laporan Reuters pada Selasa (30/6/2026). Namun, FBI tidak merinci bagaimana penyidik sampai pada kesimpulan tersebut.

>>> Kapolri: 464 Kasus Migas Diungkap, Negara Selamat Rp756 Miliar

Catatan-catatan itu dikirim ke berbagai media, termasuk TMZ, yang kemudian menyerahkannya ke FBI untuk dianalisis.

Sebagian besar surat diterima di awal kasus, tetapi TMZ menerima satu lagi pekan lalu.

TMZ mengaku menerima hampir selusin email dari pria yang sama. Ia mengaku mengetahui identitas penculik dan lokasi Nancy, tetapi tidak terlibat dalam kejahatan tersebut.

Email pertama, yang dikirim beberapa hari setelah penculikan, menawarkan informasi dengan imbalan satu bitcoin. Ia menekankan bahwa "waktu sangat penting".

>>> Profil Serikat Santo Pius X (SSPX) yang Suka Membangkang Paus

Keesokan harinya, ia mengirim email lain yang menyatakan "waktu tidak lagi penting", mengisyaratkan Nancy telah meninggal setelah dibawa ke Meksiko.

Ia juga mengatakan butuh uang untuk bersembunyi karena takut dijadikan tersangka.

Nancy Guthrie, 84 tahun, diculik dari rumahnya di Tucson, Arizona, pada Februari lalu oleh pria bertopeng yang terekam kamera pintu.

>>> Kemenkeu Tunjuk Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli sebagai Pemungut Pajak Baru

Putrinya, pembawa acara TODAY Savannah Guthrie, telah beberapa kali memohon kepada penculik untuk mengembalikan ibunya yang sakit-sakitan.