Changan Indonesia mengakui penjualan mobil listriknya di Tanah Air belum sesuai harapan. Hingga lima bulan pertama 2026, merek asal China itu baru mendistribusikan 231 unit kendaraan.

Angka tersebut merupakan akumulasi wholesales dari dua model yang dipasarkan, yaitu Lumin dan S07. Sementara penjualan tahun lalu sejak peluncuran November 2025 tercatat nol.

>>> Eks Panglima Militer Israel Gadi Eisenkot Resmi Maju Capres, Siap Tumbangkan Netanyahu

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Lumin menjadi model terlaris dengan 119 unit. Disusul S07 sebanyak 112 unit.

Alasan Penjualan Masih Rendah

CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan penjualan yang rendah merupakan bagian dari proses perkembangan perusahaan. "Karena kami juga memang butuh waktu.

Bayi baru lahir kan enggak bisa langsung lari kan, butuh proses," ujarnya di Jakarta, Selasa (30/6).

Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah harga jual yang relatif tinggi. Model S07 dibanderol Rp619 juta, sedangkan Lumin dijual Rp222 juta.

>>> Prabowo Puji Dapur MBG Polri Terbaik, Diakui Lembaga Dunia

Setiawan berharap penjualan ke depan akan membaik seiring kehadiran model terbaru, S05. SUV lima penumpang ini memiliki dua varian penggerak, yaitu BEV dan REEV.

S05 sudah bisa dipesan dengan harga mulai Rp500 jutaan dan akan meluncur dalam waktu dekat.

"Keduanya memang mirip angka dan belum maksimal, mudah-mudahan dengan lahirnya ini S05, jadi bisa narik orang semakin kenal," kata Setiawan.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran model lain yang lebih murah diharapkan bisa meningkatkan permintaan.

>>> Prabowo: Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak Orang Kaya dan Asing

"Apalagi nanti keluar yang tipe lain yang lebih murah lagi, lebih terjangkau, demand lebih banyak mudah mudahan bisa lebih narik (pasar)," ucapnya.