Mantan Kepala Angkatan Darat Israel Gadi Eisenkot secara resmi memulai kampanye untuk menggulingkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada 27 Oktober 2026.

Dalam pidato kampanyenya pada Selasa (30/6), Eisenkot menyatakan Israel memasuki babak baru dan harus ditulis bersama.

>>> Rudi Garcia Bela Skuad Belgia Jelang Lawan Senegal di Piala Dunia

Ia menegaskan bahwa pemerintahan Netanyahu harus mengakhiri perannya dalam sejarah setelah Oktober mendatang.

Eisenkot merujuk pada insiden serangan Hamas pada 7 Oktober yang gagal dicegah pemerintah, yang kemudian dibalas Netanyahu dengan agresi ke Jalur Gaza.

Ia menilai kepemimpinan saat ini tanpa visi dan strategi, serta membawa negara kehilangan arah.

Mantan jenderal itu juga berjanji akan membawa kepemimpinan yang jujur, bermartabat, dan mampu menciptakan keamanan bagi warga Israel.

Ia yakin di bawah kepemimpinannya, Israel akan menang melawan musuh-musuhnya.

>>> HUT ke-75, IBI Jatim Tegaskan Komitmen Tingkatkan Layanan Ibu dan Anak

Eisenkot dan partainya Yashar menuai popularitas berkat kritik tajam terhadap Netanyahu, terutama soal kebijakan Gaza.

Jajak pendapat Channel 12 memperkirakan Yashar meraih 22 kursi parlemen, kedua setelah Likud yang diprediksi mendapat 24 kursi.

Nama Eisenkot mencuat setelah putranya Gal dan dua keponakannya tewas dalam pertempuran di Gaza.

Meski kini menjadi pengkritik, ia pernah duduk di kabinet perang Netanyahu dari Oktober 2023 hingga mengundurkan diri pada Juni 2024.

>>> Alannah Keyser Bicara soal Hujatan Akibat Video Ucapan Rasis

Beberapa bulan menjelang pemilu, desakan agar Netanyahu mundur terus bergema. Sejumlah jajak pendapat menunjukkan popularitas dan dukungan terhadap Netanyahu menurun.