Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diwarnai sorotan terhadap salah satu perangkat pertandingan. Wasit asal Australia, Shaun Evans, saat ini sedang menjalani pemeriksaan FIFA setelah muncul tudingan bahwa dirinya melakukan gestur yang dikaitkan dengan simbol kebencian supremasi kulit putih.

Evans membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah berniat membuat simbol seperti yang dituduhkan dan menyebut gerakan itu terjadi tanpa disadari.

in1

"Satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan adalah bahwa gerakan itu merupakan kedutan yang tidak disengaja dan tidak disadari. Dan saya tidak menyadari saya telah melakukannya saat itu," ujar Shaun Evans.

Menurutnya, gerakan serupa juga terekam beberapa kali sepanjang pertandingan ketika ia sedang memegang pulpen.

"Gambar-gambar yang diambil kemudian selama pertandingan menunjukkan saya mengulangi gerakan ini berkali-kali sambil memegang pulpen di antara jari-jari saya," katanya.

>>> Alasan Mengejutkan John Herdman Belum Nonton Piala Dunia 2026

Karier Shaun Evans di Dunia Perwasitan

Di tengah proses pemeriksaan yang berlangsung, Shaun Evans dikenal sebagai salah satu wasit profesional yang telah lama berkiprah di level internasional.

Pria kelahiran Australia itu mengantongi lisensi FIFA sejak 2016. Sebelum mendapat pengakuan di level dunia, ia lebih dahulu meniti karier di kompetisi tertinggi sepak bola Australia, Hyundai A-League.

Evans memulai perjalanan profesionalnya sebagai asisten wasit pada 2008. Peran tersebut dijalani hingga musim 2011-2012 sebelum akhirnya dipercaya naik menjadi wasit utama mulai musim 2012-2013.

Sepanjang kariernya di A-League, ia tercatat bertugas sebagai asisten wasit dalam 46 pertandingan. Sementara sebagai pengadil utama, Evans memimpin sedikitnya 37 laga.

Kariernya sempat terganggu masalah kebugaran. Cedera lutut membuat kesempatan memimpin pertandingan berkurang drastis pada musim 2015-2016. Dalam periode tersebut, ia hanya memimpin tujuh pertandingan sepanjang musim.

Meski pernah menghadapi kendala cedera, Evans tetap melanjutkan kariernya hingga masuk dalam jajaran wasit yang bertugas pada Piala Dunia 2026.