"Saya bukan tipe orang yang bicara tanpa makna. Saya memimpin dengan contoh setiap hari, melalui kerja, sikap, dan di lapangan.

Dengan pengalaman, tanggung jawab datang secara alami. Jika bisa membantu pemain muda atau membawa stabilitas, saya lakukan dengan senang hati," ucapnya.

Danso memaparkan filosofi permainan Austria yang bertumpu pada keberanian dan kedisiplinan kolektif. Strategi agresif dengan tekanan tinggi menjadi warna utama.

>>> Laga Iran vs Selandia Baru Masuk Daftar Penonton Terbanyak Piala Dunia 2026

"Identitas kami didasarkan pada intensitas, keberanian, dan disiplin kolektif. Kami bekerja keras satu sama lain.

Tidak ada yang di atas grup. Kami ingin agresif secara positif, menekan tinggi, bermain dengan energi, dan mengatur tempo sendiri," jelasnya.

Perubahan besar ini tidak lepas dari pengaruh manajer Ralf Rangnick sejak kedatangannya. Rangnick dinilai berhasil menyuntikkan mentalitas ambisius ke dalam skuad.

"Dia membawa filosofi yang sangat jelas. Setiap pemain tahu persis apa yang diharapkan.

Dia memberi kami identitas kuat dan mentalitas ambisius. Dia terus mendorong kami keluar dari zona nyaman dan percaya bisa bersaing dengan negara-negara terbaik," ungkap Danso.

Secara individu, Danso menyukai gaya duel satu lawan satu yang mengandalkan keunggulan fisik. Namun, ia sadar sepak bola modern menuntut ketenangan dalam mendistribusikan bola dari lini belakang.

"Saya suka bertahan dengan maju. Saya pemain yang menikmati duel, melindungi tim, dan memberikan kehadiran fisik.

Tapi sepak bola modern juga menuntut ketenangan dalam menguasai bola dan pengambilan keputusan yang baik.

Jadi saya mencoba menggabungkan agresivitas, kecerdasan bertahan, dan kualitas membangun serangan dari belakang," katanya.

Mengenai target di putaran final, target paling realistis bagi Austria adalah lolos dari fase grup sebelum melangkah lebih jauh.

"Langkah pertama jelas lolos dari grup, tapi kami tidak ingin membatasi diri. Dalam turnamen seperti Piala Dunia, apa pun mungkin terjadi jika memiliki grup yang bersatu dan ambisius.

>>> Bayern Munich Pagar Michael Olise dari Incaran Klub Raksasa Eropa

Kami menghormati setiap tim, tapi kami datang dengan ambisi mencapai sesuatu yang besar bagi negara kami," pungkas Danso.