Haddad menambahkan bahwa rasa percaya diri skuad Al-Nashama tetap terjaga berkat tekanan sebelumnya yang mengantarkan mereka ke putaran final.

"Tekanan yang biasa kami rasakan telah membawa kami sampai ke sini. Mari kita lihat ke mana hal ini akan membawa kami," ujarnya.

Yordania mencatat modal kurang meyakinkan dengan kekalahan dari Swiss dan Kolombia, serta hasil imbang melawan Kosta Rika dan Nigeria dalam laga pemanasan.

Media olahraga asing memprediksi kemenangan Austria. Sportsmole memperkirakan skor 3-1, sementara Sportsillustrated memprediksi 3-0 untuk Austria.

Grup J dipimpin Argentina yang baru kembali ke peringkat 1 dunia. Kehadiran Lionel Messi turut disorot, termasuk oleh Ketua Asosiasi Kota PSSI Pangkalpinang, Henry Sujono.

Henry menilai Argentina berpeluang besar mempertahankan gelar karena kedalaman skuad dan kekompakan tim.

"Kelebihan Argentina adalah kekompakan tim, seperti yang kita lihat di Piala Dunia 2022 lalu," jelas Henry.

Ia menambahkan bahwa Messi memiliki pengaruh emosional besar. "Nama besar Messi menjadi pembeda bagi Argentina, aura Messi itu ada untuk membangkitkan tim," beber Henry.

Henry mengingatkan persaingan tetap ketat. "Optimis, namun bola itu bulat apapun bisa terjadi.

Semua negara kekuatannya sama kuat, termasuk Spanyol yang juga berpeluang," pungkasnya.

>>> Daftar Hari Besar 28 April: Nasional dan Dunia

Laga Austria melawan Yordania dipimpin wasit utama Dahane Beida asal Mauritania.