Suasana internal Real Madrid dilaporkan memanas menjelang bursa transfer musim panas. Keributan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni di ruang ganti pekan lalu menjadi pemicunya.

Insiden tersebut mengakibatkan Valverde mengalami cedera kepala dan harus absen bertanding. Manajemen klub telah menjatuhkan denda masing-masing 500 ribu euro kepada kedua pemain dan menyatakan proses disiplin selesai.

>>> Uniqlo Indonesia Buka Peluang Ekspansi ke Cabang Sepak Bola

Namun, dampak keributan masih berlanjut. Hubungan Valverde dengan beberapa rekan setimnya justru semakin memburuk, menurut laporan Ramon Alvarez de Mon.

Sejumlah pemain senior menilai atmosfer tidak kondusif antara Valverde dan Tchouameni sulit dipertahankan. Mereka mendesak klub untuk menjual Valverde pada jendela transfer mendatang.

Internal Real Madrid lebih menyalahkan Valverde atas pecahnya konflik. Pemain berusia 27 tahun itu dianggap memancing ketegangan terlebih dahulu.

Valverde dituduh berulang kali menguji kesabaran Tchouameni saat latihan.

>>> Real Madrid Siapkan Revolusi Besar dan Bidik Jose Mourinho

Ia melakukan tekel keras, melontarkan tudingan, hingga menuduh Tchouameni membocorkan cerita internal ke media sebelum terjadi benturan fisik.

Pertimbangan Manajemen Real Madrid

Manajemen Real Madrid diyakini tidak akan terburu-buru melepas Valverde. Kontribusi besarnya dalam beberapa musim terakhir menjadi pertimbangan utama.

Kontrak Valverde masih berlaku hingga 2029. Jika langsung dimasukkan ke daftar jual, klub peminat bisa memanfaatkan situasi untuk menekan nilai transfer.

>>> Barcelona Pastikan Gelar Juara La Liga Usai Kalahkan Real Madrid

Posisi tawar Madrid dalam negosiasi dinilai bisa melemah. Performa Valverde musim lalu juga dianggap menurun, di luar masalah disiplin yang kini menjeratnya.