Badan Gizi Nasional Kaji Opsi Pangkas Penerima Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji skema penghentian penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa dari kelompok keluarga sejahtera hingga kaya.
Langkah ini diambil untuk memastikan program prioritas tersebut lebih tepat sasaran.
>>> Wuling Pamerkan Mobil Listrik Kompak Baru di Jakarta, Diduga Aira EV
Kepala BGN Nanik S. Deyang menjelaskan bahwa rencana penyesuaian kelompok penerima ini bertujuan menciptakan efisiensi anggaran belanja negara.
Namun, kebijakan pemangkasan program bagi kelompok mampu tersebut harus dilaporkan terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Maksudnya yang mampu, yang kaya. Yang kaya nanti tidak dapat lagi.
Angkanya sudah, tapi kan tak laporkan Presiden dulu," ujar Nanik S. Deyang.
Penataan Sistem Distribusi
Sebelum rencana ini mencuat, penataan menyeluruh terhadap sistem distribusi dan implementasi program MBG memang sedang berjalan.
Kementerian Sekretariat Negara juga terus berkoordinasi intensif dengan kementerian serta lembaga terkait demi menjaga efisiensi anggaran.
>>> Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Akibat Kelangkaan Batu Bara
"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Kamis (11/6/2026).
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa kebijakan penyesuaian ini bukan merupakan bentuk pemangkasan paksa di lapangan.
Langkah penurunan total kebutuhan anggaran tersebut murni didasarkan pada hasil perhitungan yang dinilai jauh lebih cermat oleh pemerintah.
Berdasarkan data keuangan pemerintah, realisasi pendanaan untuk program Makan Bergizi Gratis hingga April 2026 telah menyerap anggaran sebesar Rp73,8 triliun.
Angka penyerapan ini setara dengan 22,4 persen dari total keseluruhan pagu anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2026 sebesar Rp335 triliun.
>>> Kementerian ESDM Pastikan Stok Batu Bara PLTU Aman, Bantah Jadi Penyebab Pemadaman
"Tapi nanti bukan Rp335 triliun, nanti ada penghematan-penghematan tertentu sesuai dengan instruksi Pak Presiden, sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efektif dan efisien," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (20/5/2026).
Update Terbaru
Membaca Doa Masuk Rumah: Kunci Keberkahan dan Perlindungan Spiritual
Jumat / 12-06-2026, 16:09 WIB
Apple Luncurkan iOS 27 Beta Developer, Ini Risiko dan Cara Update
Jumat / 12-06-2026, 16:09 WIB
Warga Patakbanteng Pulihkan Hutan Gunung Prau Lewat Ekowisata
Jumat / 12-06-2026, 16:09 WIB
Ariana Grande Kecam Video Imigrasi Gedung Putih, Sebut Tidak Manusiawi
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
India Longgarkan Target Defisit Anggaran Akibat Krisis Energi Iran
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
Tracer Study UB 2025: Mayoritas Lulusan 2024 Bergaji Rp5-10 Juta per Bulan
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
Dermatolog Ungkap Mitos dan Fakta Kolagen untuk Kesehatan Kulit
Jumat / 12-06-2026, 16:08 WIB
Laba Bersih Bank Mandiri Naik 19 Persen Jadi Rp23,3 Triliun per Mei 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:07 WIB
Wuling Buka Pemesanan Awal Aira EV, Uang Muka Rp 10 Juta
Jumat / 12-06-2026, 16:06 WIB
Kanada vs Bosnia Herzegovina di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:06 WIB
Ducati Tak Turunkan Pembalap Pengganti Marc Marquez di MotoGP Catalunya
Jumat / 12-06-2026, 16:05 WIB
Veda Ega Pratama Siap Tempur di Moto3 Catalunya 2026
Jumat / 12-06-2026, 16:05 WIB
LG Ungkap Peta Jalan AI Home Menuju Ekosistem Zero Labor Home
Jumat / 12-06-2026, 16:05 WIB
Diversifikasi Portofolio Lewat Investasi Berbasis Dolar AS
Jumat / 12-06-2026, 16:04 WIB






