FC Barcelona sukses mengalahkan La Laguna Tenerife dengan skor 97-89 pada pertandingan kedua babak semifinal Liga Endesa di Palau Blaugrana, Kamis waktu setempat.

Kekalahan ini membuat La Laguna Tenerife berada di ambang eliminasi. Pelatih mereka, Txus Vidorreta, dikeluarkan dari lapangan pada kuarter terakhir setelah protes keras terhadap wasit.

>>> Enam Wakil Indonesia Berjuang pada Perempat Final Australian Open 2026

Serangan Barcelona sempat lambat di awal laga, namun bangkit di paruh kedua berkat kontribusi pemain kunci.

Pemain nomor 4 menjadi penyokong tim saat rekan setimnya buntu, dan kembali menjadi kunci kebangkitan di kuarter akhir.

Pemain nomor 1 yang sempat redup mencetak 12 dari total 15 poinnya di paruh kedua.

Kemenangan dipastikan lewat dua tembakan tiga angka beruntun dari pemain nomor 9 saat Tenerife mendekat dengan selisih empat poin.

Pemain nomor 7 mencatat performa terbaiknya dengan mengonversi hampir seluruh peluang di dekat ring dan memanfaatkan rebound ofensif.

Pemain nomor 3 menjadi peredam pergerakan Mills, sementara nomor 10 menunjukkan karakter kuat di akhir laga.

Pemain nomor 5 memenuhi ekspektasi dalam 14 menit, sedangkan nomor 6 tampil tidak efektif.

Pemain nomor 8 mencetak angka dari luar busur dalam dua laga beruntun, namun pertahanannya belum setara. Pemain nomor 11 hanya mencetak satu tripoin di akhir kuarter ketiga.

Protes Pelatih Tenerife

Usai pertandingan, Txus Vidorreta mengecam keputusan wasit yang dianggap menguntungkan tuan rumah, terutama terkait penalti pelanggaran yang tidak konsisten.

"Tim telah menunjukkan mengapa mereka berada di semifinal, dan saya sangat senang karena dalam permainan kami menang 75-77, kami mencetak lebih banyak poin daripada Barça," tegas Vidorreta.