Persaingan merebut gelandang Bernardo Silva semakin memanas.

Tiga klub raksasa La Liga, Real Madrid, Atletico Madrid, dan Barcelona, saling sikut untuk mengamankan tanda tangan mantan kapten Manchester City tersebut menjelang musim panas 2026.

>>> Piala Dunia 2026 Gunakan AI dan Bola Pintar untuk Bantu Wasit

Dilansir dari Goal, Jose Mourinho yang menjadi pelatih baru Real Madrid langsung menjadikan pemain berusia 31 tahun itu sebagai target transfer utama.

Langkah agresif manajemen Madrid ini merusak pembicaraan lanjutan yang sebelumnya tengah dijalin Silva dengan Barcelona.

Mourinho dilaporkan telah memberikan jaminan langsung kepada rekan senegaranya tersebut mengenai peran penting di Santiago Bernabeu.

Padahal, agen Jorge Mendes awalnya menawarkan paket kerja sama Mourinho dan Silva kepada Madrid sejak dua bulan lalu sebelum disetujui direksi klub pada Mei.

Di sisi lain, Silva menegaskan situasi masa depannya yang masih abu-abu saat diwawancarai setelah pertandingan internasional antara Portugal melawan Chile.

"I haven't made a decision yet. I want to be at a club that wants me, that's for sure," kata Bernardo Silva.

Gelandang serbaguna tersebut menambahkan bahwa dirinya ingin membela tim yang bisa memanfaatkan pengalaman serta kemampuannya secara maksimal di dalam maupun luar lapangan.

"A club where I feel I will be useful. Is it a dream?

I'm not going to answer that because I don't know where I'll end up. [Barcelona] is an option I have, but I haven't made that decision yet.

We don't know what will happen," kata Bernardo Silva.

Pernyataan tersebut rupanya menimbulkan respons negatif dari internal Barcelona.

Dilansir dari beIN SPORTS, sejumlah eksekutif klub Catalan merasa tidak nyaman karena ketertarikan mereka terhadap Silva sudah bersifat publik dan konsisten selama beberapa tahun terakhir.